Perkuat Sinergi , Kanwil Kemenhaj Aceh dan Asrama Haji Aceh Silaturahmi dengan Kajati Aceh
Nurul Hayati June 23, 2026 01:03 AM

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt.) Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Aceh bersama Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh di Banda Aceh, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antar lembaga guna mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang profesional, akuntabel, dan berkualitas.

Rombongan diterima langsung oleh Kajati Aceh, Yudi Triadi, SH., M.H., didampingi Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh, Ahmad Nuril Alam, SH., M.H.

Sementara itu, rombongan  tersebut dipimpin oleh Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si., bersama Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, H. Irsyadi, SE.Ak., M.Si. Turut hadir Kabid Bina Haji Kanwil Kemenhaj Aceh, Afrizal, ST., M.T., serta Kasubbag Umum Asrama Haji Kelas I Aceh, Afrizal, SE.Ak., M.Si. dan ikut hadir juga Cut Ali Manyak.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. 

Kedua pihak membahas berbagai hal strategis terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, termasuk penguatan koordinasi antarinstansi serta perkembangan Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru yang memiliki mandat khusus dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah di Indonesia.

Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa salah satu perhatian dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah kebijakan terkait masa tunggu jemaah haji.

“Dengan adanya kebijakan pengurangan masa tunggu di Kementerian Haji dan Umrah, masa tunggu haji disamakan menjadi 26 tahun. Di mana pun masyarakat mendaftar, masa tunggunya akan sama,” ujar Arijal.

Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji di Aceh memiliki keistimewaan tersendiri yang menjadi daya tarik bagi masyarakat, salah satunya keberadaan Baitul Asyi yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan haji masyarakat Aceh

Program Saudi Vision 2030

Sementara itu, Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, menyampaikan bahwa adanya program Saudi Vision 2030 yang menargetkan peningkatan kapasitas penyelenggaraan haji hingga 100 persen menjadi angin segar bagi perhajian Indonesia, khususnya dalam upaya memperpendek masa antrean keberangkatan jemaah haji.

Menurutnya, peluang tersebut harus dipersiapkan dengan baik melalui peningkatan berbagai aspek pendukung agar momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membangun sinergi yang lebih erat dengan Kejaksaan Tinggi Aceh. Dukungan dan kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jemaah,” ujar Irsyadi.

Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar seluruh proses pelayanan, mulai dari persiapan, pemberangkatan hingga pemulangan jemaah dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kajati Aceh, Yudi Triadi, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi upaya Kanwil Kemenhaj Aceh serta Asrama Haji Kelas I Aceh dalam membangun komunikasi dan koordinasi antar lembaga.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk penyelenggaraan ibadah haji yang tertib, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, Kanwil Kemenhaj Aceh dan Asrama Haji Kelas I Aceh optimistis pelayanan haji ke depan dapat terus ditingkatkan demi memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh jemaah haji Aceh.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.