Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Bantuan bibit tembakau gratis bagi petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 hingga kini belum disalurkan, Senin (22/6/2026).
Meski anggaran program telah disiapkan, petani masih harus menunggu karena proses pembibitan masih berlangsung di sejumlah lokasi persemaian yang ditunjuk oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.
Program bantuan tersebut mendapat alokasi anggaran DBHCHT sebesar Rp3 miliar.
Selain untuk penyediaan bibit tembakau, dana itu juga digunakan untuk bantuan pupuk dan sejumlah program penunjang sektor pertanian lainnya.
Kepala Bidang Sarana Pertanian DKPP Sumenep, Rina Suryandari, mengaku saat ini benih tembakau tersebut masih dalam tahap persemaian di 20 kelompok tani (poktan) yang ditetapkan sebagai lokasi pembibitan.
Menurutnya, lokasi persemaian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan sentra tembakau di Kabupaten Sumenep.
"Yang akan diberikan kepada petani nanti bukan benih, melainkan bibit yang sudah siap tanam," ujar Rina Suryandari saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).
Baca juga: DKUPP Sumenep Siapkan Rp56,8 Juta dari DBHCHT untuk Suvenir APHT, DPRD Minta Manfaatnya Terukur
Perempuan yang akrab disapa Yanda itu menjelaskan, proses penyemaian hingga menjadi bibit siap tanam membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 hari.
Lamanya proses tersebut bergantung pada kondisi pertumbuhan tanaman di masing-masing lokasi persemaian.
Ia menyebut, setiap kelompok tani yang menjadi lokasi pembibitan ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 900 ribu bibit tembakau.
Setelah mencapai usia tanam, bibit tersebut akan didistribusikan kepada petani secara gratis sesuai kebutuhan lahan yang dimiliki masing-masing penerima.
Baca juga: Luas Tanam Tembakau di Sumenep Diprediksi Naik, DPRD Ingatkan Soal Jaminan Harga Saat Panen
"Dari 900 ribu bibit itu, petani bisa mengambil sesuai kebutuhan lahannya," ucapnya.
Dengan demikian, pihaknya berharap program bantuan tersebut dapat membantu mengurangi biaya produksi petani, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas tembakau pada musim tanam tahun ini.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari meminta agar proses pembibitan hingga penyaluran bantuan dilakukan secara maksimal dan diawasi dengan ketat.
Menurutnya, kualitas bibit harus menjadi perhatian utama sejak tahap persemaian agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pendataan calon penerima bantuan secara akurat untuk menghindari potensi salah sasaran saat distribusi dilakukan.
"Jangan sampai bantuan ini tidak tepat sasaran. Tujuannya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas tembakau, sehingga proses penyalurannya harus transparan dan sesuai kebutuhan petani di lapangan," tegas politisi DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep ini.
Juhari berharap, bantuan bibit tembakau yang bersumber dari DBHCHT dapat diterima oleh petani yang benar-benar aktif membudidayakan tembakau dan membutuhkan dukungan sarana produksi.
"Harus tepat sasaran bagi petani yang benar-benar aktif," ucapnya.