Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya memberikan manfaat spiritual bagi jamaah, tetapi juga dapat menghadirkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di daerah asal.
Hal itu disampaikan Ketua Kloter YIA 15 Kebumen, Mustolih, saat diwawancarai di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Sabtu (20/6/2026), menjelang kepulangan jamaah ke Indonesia.
Mustolih mengatakan, seluruh jamaah Kloter YIA 15 Kebumen telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik dan dalam kondisi sehat.
"Alhamdulillah, jamaah kami sebanyak 389 orang dalam kondisi utuh," kata Mustolih.
"Hanya ada satu jamaah yang tanazul ke Kloter YIA 14. Tidak ada yang sakit dan tidak ada yang meninggal dunia," jelasnya.
Ia menjelaskan, rombongan telah tiba di Bandara Madinah dan dijadwalkan terbang menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada keesokan harinya.
Di balik kabar baik tersebut, terdapat satu hal menarik yang menjadi perhatian masyarakat Kebumen, yakni pelaksanaan pembayaran dam oleh seluruh jamaah di tanah air.
Mustolih mengatakan, seluruh anggota Kloter YIA 15 memilih menunaikan dam melalui mekanisme penyembelihan hewan kurban di Indonesia.
Proses penyembelihan dilakukan saat para jamaah masih berada di Makkah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas karena memberdayakan peternak lokal sekaligus membantu masyarakat sekitar.
"Seluruh jamaah kloter ini membayar dam di tanah air. Saat dam disembelih, para jamaah masih berada di Makkah menjalani Armuzna," kata Mustolih.
"Dagingnya kemudian dibagikan kepada keluarga jamaah dan masyarakat sekitar," kata Mustolih.
Ia mengatakan, pelaksanaan dam di Kebumen sempat menjadi perbincangan warga karena banyaknya distribusi daging yang dilakukan sebelum masyarakat menyaksikan langsung proses penyembelihan.
"Ini sempat membuat warga heran. Belum melihat kurbannya, tetapi sudah banyak daging yang dibagikan," ujar Mustolih.
"Karena penyembelihan dilakukan melalui lembaga yang telah ditunjuk, kemudian hasilnya langsung didistribusikan kepada keluarga jamaah dan masyarakat," jelasnya.
Mustolih menilai model tersebut menjadi contoh pelaksanaan haji yang tidak hanya berorientasi pada ibadah individual, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.
Dengan melibatkan peternak lokal, dana dam yang dibayarkan jamaah dapat berputar di daerah dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Ini salah satu manfaat haji. Haji bisa memberdayakan peternak di lingkungan jamaah itu sendiri dan dagingnya juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar," kata Mustolih.
"Inilah yang kami sebut sebagai haji yang maslahat," imbuhnya.
Keberhasilan Kloter YIA 15 menjaga seluruh jamaah tetap sehat hingga akhir perjalanan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi melalui pelaksanaan dam di tanah air menjadi catatan positif penyelenggaraan haji tahun ini bagi masyarakat Kebumen. (*)