369 Kepala Sekolah di Makassar Dilantik Wali Kota Munafri di Karebosi Pagi Ini
Sakinah Sudin June 23, 2026 09:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 369 kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makassar dilantik pagi ini, Selasa (23/6/2026).

Masing-masing 314 SD dan 55 SMP.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Karebosi, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lapangan Karebosi berada di pusat kota dan diapit empat jalan (Jl.) utama yakni Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Ahmad Yani, Jl. Kartini, dan Jl. Kajaolalido

Sementara itu, Kelurahan Baru adalah salah satu wilayah administratif yang terletak di Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

Kelurahan ini berada di pusat Kota Makassar yang berdekatan dengan area pesisir.

Kantor Kelurahan Baru berlokasi di Jl. Bau Massepe.

Adapun Kecamatan Ujung Pandang adalah pusat pemerintahan Kota Makassar.

Dengan luas wilayah sekitar 2,63 km⊃2;, kecamatan ini berada di jantung kota dan pusat bisnis yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar, menjadikannya rumah bagi ikon wisata utama seperti Pantai Losari.

Dilantik Wali Kota Makassar

Berdasarkan jadwal kegiatan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dari Bagian Protokol, kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 07.30 WIta.

Mereka akan dikukuhkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Wakil Wali Kota  Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Makassar Andi Zulkifly Nanda, dan seluruh pejabat lingkup Pemkot Makassar juga dijadwalkan hadir.

Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan dan penyegaran kepemimpinan di satuan pendidikan.

Tujuannya meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat tata kelola sekolah.

Seleksi November 2026

Wacana pengukuhan kepala sekolah memang sudah beberapa kali mencuat.

Pemkot Makassar telah melangsungkan seleksi kepala sekolah terhadap 500 lebih pendaftar pada November 2025 lalu.

Seluruh tahapan Bertahap dan terukur melalui mekanisme uji kompetensi, penilaian administrasi, hingga wawancara mendalam.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Kamelia Thamrin Tantu menyampaikan, sebanyak 314 SD dan 55 SMP akan dipimpin kepala sekolah definitif. 

Pemkot Makassar menegaskan, penetapan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan.

Kamelia menuturkan, hasil uji kompetensi dapat diketahui langsung oleh peserta meski bersifat rahasia. 

Peserta yang lolos kemudian diseleksi kembali berdasarkan persyaratan dari Dinas Pendidikan dan kementerian terkait.

Tim seleksi melibatkan figur-figur kredibel, seperti Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), psikolog profesional, serta pemerhati pendidikan nasional.

“Kami memastikan integritas dan profesionalisme menjadi pegangan utama tim seleksi,” kata Kamelia, Minggu (7/6/2026).

Transparan dan Objektif

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan, seluruh tahapan seleksi telah dilalui sesuai regulasi dan berbasis sistem yang dapat dipantau langsung oleh peserta.

“Penetapan kepala sekolah di awal Januari ini penting agar tidak ada kekosongan kepemimpinan di sekolah," ujar Achi, Minggu (7/6/2026).

"Proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) hingga uji kompetensi sudah berjalan transparan dan objektif karena melibatkan tim seleksi eksternal,” jelasnya.

Ia menegaskan, seleksi dilakukan melalui fit and proper test yang terukur. 

Hal ini untuk memastikan kepala sekolah yang ditetapkan memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kompetensi profesional.

Achi menjelaskan, proses seleksi mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, serta Permendikbud Nomor 129/P/2022 tentang tahapan penyediaan calon kepala sekolah. 

Regulasi tersebut mengatur mulai dari pemetaan kebutuhan hingga penyiapan calon yang memenuhi standar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.