Oleh karena itu, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Juli 2026. Saat ini, akses Lembah Anai telah dibuka penuh selama 24 jam untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kemudian terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi hingga 24 Juni 2026 di Sumbar, dan longsor yang menimbun badan jalan di Kabupaten Agam.
1. Akses Lembah Anai Sumbar Kini Buka 24 Jam, Penanganan Pascabencana Target Tuntas Juli 2026
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mencatat progres penanganan pascabencana di kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat telah mencapai 73 persen hingga akhir Mei 2026.
HKI menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Juli 2026. Saat ini, akses Lembah Anai telah dibuka penuh selama 24 jam untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini memulihkan kembali jalur strategis penghubung Padang–Bukittinggi yang sebelumnya terdampak bencana.
Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, di antaranya pengalihan aliran air, normalisasi sungai, proteksi badan jalan, pekerjaan bore pile di sejumlah titik terdampak, penimbunan badan jalan, perkuatan lereng, pembangunan saluran, serta proteksi fondasi Jembatan Margayasa.
Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, HKI kini memfokuskan pengerjaan pada penyelesaian struktur pendukung, penanganan lereng, perkerasan jalan, saluran, dan pekerjaan pengaman jalan.
Baca juga: Kalau Pasrah Tak Makan, Nelayan Padang Nekat Melaut walau Ada Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG
Sekretaris Perusahaan HKI, Resnu Aditya Wuladarman, mengatakan percepatan penyelesaian proyek terus dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
"HKI terus berupaya mempercepat penyelesaian penanganan Lembah Anai dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta kelancaran mobilitas masyarakat," ujar Resnu dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, saat ini HKI masih melanjutkan penyelesaian di 20 titik pekerjaan. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan struktur pendukung, penanganan lereng, perkerasan jalan, saluran, pengaman jalan, hingga pekerjaan aspal hotmix.
Resnu menambahkan, dibukanya akses Lembah Anai selama 24 jam untuk kendaraan roda dua dan roda empat telah memberikan dampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut juga mendorong peningkatan volume lalu lintas yang melintasi kawasan Lembah Anai, terutama saat periode libur panjang.
Baca juga: Paham Lapangan, Nelayan Purus Padang Tetap Melaut meski BMKG Ingatkan Cuaca Buruk
"Dengan tersambungnya kembali akses Lembah Anai secara penuh, mobilitas masyarakat di Sumatera Barat dapat berjalan lebih lancar. Ruas ini memiliki peran penting sebagai jalur penghubung strategis, sehingga HKI berkomitmen menyelesaikan penanganan ini pada Juli 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," katanya.
Dengan kembali normalnya akses Lembah Anai, arus lalu lintas dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya diharapkan pulih sepenuhnya.
Selain memperlancar mobilitas masyarakat, pemulihan jalur tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian dan sosial di Sumatera Barat. (*)
2. Waspadai Gelombang Tinggi Saat Libur Sekolah, BMKG Minta Wisatawan Tak Mandi di Laut Menjelang Sore
Masyarakat yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk berwisata ke pantai di Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi hingga 24 Juni 2026.
Koordinator Bidang Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Teluk Bayur, Budi Iman Samiaji, mengatakan cuaca di wilayah perairan Sumbar pada pagi hingga siang hari masih tergolong aman.
Namun kondisi dapat berubah pada sore hingga malam hari dengan potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk.
Karena itu, wisatawan yang berkunjung ke pantai diminta mengurangi aktivitas di laut menjelang sore hari.
Baca juga: Cuaca Buruk Picu Longsor dan Pohon Tumbang di Padang, BPBD Minta Nelayan Tak Melaut
"Saat ini juga bertepatan dengan libur sekolah. Kami mengimbau masyarakat yang berwisata ke pantai agar mengurangi aktivitas di laut pada sore hari, terutama mandi-mandi di pantai," kata Budi kepada TribunPadang.com, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca buruk di perairan Sumbar lebih sering terjadi pada sore hingga malam hari. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko bagi wisatawan yang masih beraktivitas di sekitar bibir pantai maupun di laut.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk wilayah perairan pesisir Sumbar mulai dari Pasaman Barat hingga Pesisir Selatan serta perairan Kepulauan Mentawai.
Peringatan tersebut berlaku sejak 21 Juni hingga 24 Juni 2026 pagi dan akan diperbarui sesuai perkembangan kondisi cuaca.
Baca juga: BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi hingga 2 Meter di Perairan Sumbar
Budi menjelaskan, pada kondisi cuaca buruk tinggi gelombang laut dapat mencapai 2 meter.
Sementara pada pagi hingga siang hari tinggi gelombang umumnya masih berada di kisaran 1 meter atau kurang.
"Dalam kondisi terburuk gelombang bisa mencapai 2 meter. Sedangkan pada kondisi normal seperti pagi hingga siang hari saat ini masih berkisar sekitar 1 meter," ujarnya.
Selain wisatawan, BMKG juga mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.
Nelayan yang tetap beraktivitas saat potensi cuaca buruk terjadi diminta memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik dan membawa perlengkapan keselamatan yang memadai.
"Kami mengimbau nelayan selalu waspada, memastikan kondisi kapal layak digunakan serta menyiapkan alat-alat keselamatan sebelum melaut," katanya.
BMKG berharap masyarakat dan nelayan terus memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh cuaca buruk di perairan Sumatera Barat.(*)
3. Jalur Sungai Landia Agam Sudah Terbuka, Motor dan Mobil Bisa Lewat Usai Longsor Menimbun Jalan
Petugas berhasil membuka kembali arus lalu lintas di Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Senin (22/6/2026) siang.
Pengendara sepeda motor dan mobil kini dapat melewati jalur tersebut setelah material longsor di Sungai Landia Agam sempat menutup total badan jalan sejak pagi hari.
Material longsor menutupi jalan dengan ketinggian material kurang lebih 2,5 meter dengan panjang sekira 15 meter.
Usai dilakukan pembersihan menggunakan alat berat, akhirnya sepeda motor maupun kendaraan roda empat bisa melintas.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur mengatakan arus lalu lintas dibuka kembali sekira pukul 11.30 WIB.
Baca juga: Srikandi PLN UP3 Solok Salurkan Bantuan untuk Dua Ibu Tangguh di Kota Solok
"Pembersihan material telah selesai dan akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan pada pukul 11.30 WIB," katanya saat dikonfirmasi.
Senada, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad juga membenarlan terkait akses jalan yang sudah bisa dilalui kendaraan.
Kata dia, pembersihan material longsor sudah berhasil dilakukan menggunakan alat berat dari dinas Provinsi Sumbar pada pukul 10.55 WIB.
"Setelah selesai, arus lalu lintas untuk kendaraan roda dua dan empat kembali dibuka," sebutnya.
Usai material longsor menghambat akses lalu lintas di Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, alat berat masih bekerja hingga pukul 10.39 WIB.
Diketahui, tanah longsor terjadi di daerah tersebut pada Senin (22/6/2026) sekira pukul 05.45 WIB pagi.
Longsor ini dipicu oleh hujan intensitas lebat mengguyur Kabupaten Agam sejak Minggu (21/6/2026) siang.
Baca juga: Waspadai Gelombang Tinggi Saat Libur Sekolah, BMKG Minta Wisatawan Tak Mandi di Laut Menjelang Sore
Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur mengatakan pihaknya menerjunkan alat berat untuk melakukan pembersihan material longsor.
"Alat berat sudah bekerja sejak pukul 09.31 hingga 10.43 WIB masih melakukan pembersihan material longsor," sebutnya, Senin (22/6/2026).
Kata dia, alat berat yang dikerahkan berasal dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
"Alatnya berjenis backhoe loader, untuk jumlahnya masih kita tanya berapa unit di lapangan," pungkasnya.
Backhoe loader merupakan alat berat serbaguna yang menggabungkan dua fungsi utama dalam satu unit.
Loader di bagian depan untuk memuat material, dan lengan ekskavator (backhoe) di bagian belakang untuk menggali.
Namun untuk perkiraan berapa lama waktu pengerjaan, Abdul Ghafur belum dapat memperkirakannya.
Baca juga: Website SPMB SMP Sempat Gangguan, Disdikbud Padang Perpanjang Masa Pendaftaran hingga 25 Juni 2026
Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur mengatakan informasi tanah longsor diterima oleh pihaknya dari pemerintah nagari setempat.
"Benar ada longsor, kami mendapat informasinya sekira pukul 09.00 WIB," kata Abdul Ghafur saat dikonfirmasi.
Material longsor yang terjadi ujar Abdul Ghafur, menutupi akses jalan dengan ketinggian material kurang lebih 2,5 meter.
Sementara panjang material longsor diperkirakan 15 meter.
"Untuk akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali pagi ini," ujarnya.
Setelah kejadian, pihak BPBD Agam sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari setempat.
Selain itu, Abdul Ghafur menyebut pihaknya sudah melakukan asessment dan pendataan.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi, terkait alat berat," tuturnya.
Namun sekira pukul 09.31 WIB, alat berat dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sudah sampai di lokasi. (*)