TRIBUNSUMSEL.COM -- Curahan hati Betrand Peto di media sosial menjadi sinyal pilu di tengah memanasnya konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Remaja yang akrab disapa Onyo ini bahkan tak kuasa menahan air mata saat melihat video Sarwendah yang viral beberapa waktu lalu.
Kesedihan Onyo tersebut langsung direspons oleh pihak Ruben Onsu.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menilai curhatan Onyo merupakan potret nyata dari situasi psikologis anak-anak yang tertekan.
Baca juga: Jeritan Hati Ruben Onsu Dipersulit Peluk Anak Sendiri, Kursi Dipisah hingga Diawasi Teman Sarwendah
Peringatan ini meminta Ruben untuk segera mengutamakan nasib anak-anaknya di atas konflik pribadinya dengan Sarwendah.
Terlebih, Onyo sempat mengisyaratkan adanya tekanan verbal di lingkungan rumah yang membuat kedekatan anak-anak dan sang ayah mulai renggang.
"Jadi Ruben segera melakukan upaya memperjuangkan hak asuh anaknya yang hari ini ada di tangan S (Sarwendah)," ucap Minola.
Minola memastikan bahwa tim hukumnya kini sedang sibuk mempersiapkan berkas-berkas gugatan hak asuh anak, untuk segera didaftarkan ke pengadilan dalam waktu dekat.
"Kami juga sudah diminta untuk mendaftarkannya, dan saat ini proses pendaftaran gugatan sedang kami siapkan," tambahnya.
Minola belum bisa memastikan kapan gugatan hak asuh anak Ruben Onsu kepada Sarwendah didaftarkan ke Pengadilan.
"Ruben sudah mempersilakan kami untuk bergerak ke arah gugatan tersebut. Intinya begini, kalau berkasnya sudah selesai, akan langsung kita daftarkan. Jika selesai minggu depan, maka minggu depan akan langsung didaftarkan," ujar Minola Sebayang.
Melalui unggahan terbaru di media sosialnya, Ruben meluapkan kekesalannya terhadap sosok pria yang diduga merupakan kekasih baru mantan istrinya, Giorgio Antonio.
Ruben menilai pria tersebut telah melangkah terlalu jauh dalam mencampuri urusannya dengan anak-anak.
Ruben secara terbuka menyindir tindakan pria tersebut yang dianggap mengganggu momen kebersamaannya dengan sang buah hati saat menghadiri sebuah acara.
"Ini yang sudah terlalu jauh bermain “rumah-rumahan”, sampai lupa bahwa saya adalah orang tua kandungnya, sementara Anda belum menjadi orang tuanya. Anda sudah merusak momen saya bersama anak saya dan terlalu jauh ikut campur dalam urusan yang bukan menjadi bagian Anda," tulis Ruben dalam unggahan di laman instagramnya @ruben_onsu, Senin (22/6/2026).
Presenter kondang ini juga menegaskan bahwa dirinya tetap memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga dalam memberikan nafkah.
Ia meminta agar pria tersebut menghormati perannya sebagai ayah kandung dan tidak perlu melakukan pengawasan yang berlebihan.
"Dalam acara ini saya masih memberikan nafkah dan saya adalah ayah kandungnya. Kalau soal hubungan kalian, silakan, itu bukan urusan saya. Namun yang menjadi urusan saya sebagai ayah adalah ketika Anda mulai mengambil bagian dalam peran yang bukan hak Anda. Tidak perlu menjaga atau mengawasi seolah-olah saya ini penjahat atau penculik," tegas Ruben.
Selain mempermasalahkan batasan dalam mengasuh anak, Ruben juga menyentil aksi siaran langsung (live streaming) yang kerap dilakukan pihak sana.
Ia merasa geram karena alasan perceraiannya dengan Sarwendah terus-menerus diungkit dan dijadikan bahan konsumsi publik.
"Jangan merasa paling hebat. Saya peringatkan, ya. Sama seperti yang kalian lakukan dengan membuat obrolan di siaran langsung yang mengarah kepada saya, lalu berulang kali membahas alasan perceraian kami. Hei, kami sudah bercerai dan itu sudah selesai. Silakan lanjutkan hidup masing-masing," tambahnya.
Bagi Ruben, fokus utama saat ini seharusnya adalah kepentingan anak-anak, bukan lagi mencari-cari kesalahan masa lalu yang tidak relevan.
"Di sini yang dibahas adalah tentang anak. Jangan membawa pembahasan kenapa alasan bercerai ? gak nyambung , semua sudah selesai, silahkan dilanjutkan dgn caramu krn itu bukan urusanku," lanjutnya lagi.
Di akhir unggahannya, ayah tiga anak ini memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga etika, lisan, serta tidak mencari panggung di atas masalah orang lain.
Ruben mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa paling benar dengan mengumbar hal yang dianggap sebagai aib.
"Jangan bangga karena merasa memiliki atau mengetahui rahasia orang lain. Belum tentu apa yang kalian anggap aib adalah aib di mata Tuhan. Jangan sampai suatu hari justru aib kalian sendiri yang dibukakan oleh Tuhan, lalu kembali menuduh orang lain sebagai buzzer," kata Ruben.
Ruben menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya telah berdamai dengan masa lalu dan memilih fokus menata kehidupan yang lebih baik ke depan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa melewati masa lalu saya. Saya sudah menjalaninya dan belajar darinya. Masa lalu seseorang bukanlah tanggung jawab kita untuk terus diungkit, tetapi menjadi pelajaran agar kita bisa melanjutkan hidup menuju masa depan yang lebih baik. Alhamdulillah, Allah telah mengubah hidup saya menjadi lebih baik," tutupnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com