TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah dekat Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/6/2026) pagi.
Berdasarkan informasi cepat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.37 WIB atau 08.37 Wita.
Pusat gempa berada pada koordinat 9,60 Lintang Selatan dan 119,43 Bujur Timur, atau sekitar 6 kilometer timur laut Waikabubak, NTT.
Gempa tercatat terjadi pada kedalaman 6 kilometer.
BMKG mengingatkan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring masuknya data tambahan dari jaringan seismik.
Secara geologis, Pulau Sumba berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas tektonik kompleks akibat interaksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Aktivitas subduksi di selatan Nusa Tenggara serta keberadaan sejumlah sesar lokal menjadikan wilayah ini cukup aktif mengalami gempa bumi.
Gempa kali ini tergolong berkekuatan kecil dengan magnitudo 2,2.
Namun, kedalamannya yang sangat dangkal, hanya 6 kilometer, membuat getaran berpotensi lebih terasa di sekitar pusat gempa dibandingkan gempa yang terjadi pada kedalaman lebih besar.
Meski demikian, dengan magnitudo yang rendah, gempa ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan maupun dampak signifikan terhadap bangunan dan aktivitas masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga disarankan memahami langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca dan benda yang mudah jatuh, serta segera menuju area terbuka setelah guncangan berhenti.
Selain itu, masyarakat di daerah rawan gempa dianjurkan menyiapkan perlengkapan darurat sederhana, termasuk senter, obat-obatan, dokumen penting, dan alat komunikasi sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana.
Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, dan terus memantau informasi resmi BMKG untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait aktivitas kegempaan di wilayah Nusa Tenggara Timur.(*)