JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Zlatan Ibrahimovic menyindir keras tim nasional Belgia setelah hasil imbang 0-0 melawan Iran membuat peluang mereka di Piala Dunia berada di ujung tanduk.
Perjalanan Belgia di Piala Dunia kali ini dimulai dengan langkah tersendat setelah meraih dua hasil imbang beruntun. Namun lebih dari sekadar jumlah poin, performa di lapangan menjadi sorotan utama. Zlatan Ibrahimovic tidak menahan diri saat menilai pertandingan terakhir mereka melawan Iran, memberikan kritik tajam terhadap penampilan tumpul yang diperlihatkan skuad berjuluk Setan Merah tersebut.
Zlatan menilai laga sebagai tontonan membosankan
Ibrahimovic dikenal sebagai sosok yang selalu berbicara blak-blakan, dan legenda asal Swedia yang kini menjadi pundit itu tampak tidak berminat untuk berbasa-basi setelah Belgia bermain imbang 0-0 dengan Iran. Berbicara di FOX Sports bersama mantan rekan setimnya di Barcelona, Thierry Henry, Ibrahimovic memberikan penilaian jujur dan pedas terhadap kualitas hiburan yang disuguhkan oleh tim asuhan Rudi Garcia.
"Di babak pertama saya hampir tertidur, di babak kedua saya benar-benar tertidur. Dari pertandingan ini saya rasa tidak banyak yang bisa dikomentari, satu hasil imbang lagi, jadi kita lihat saja apa yang terjadi di laga berikutnya. Tapi ya, saya biarkan rekan-rekan saya yang mengomentarinya," kata Ibrahimovic.
Rudi Garcia menyerukan ketenangan
Meski kritik semakin tajam dan komentar pedas Zlatan menjadi sorotan, pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia, meminta para pendukung dan media untuk tetap tenang. Pelatih asal Prancis itu menegaskan bahwa meskipun kegagalan meraih kemenangan tentu mengecewakan, kepanikan bukanlah solusi karena mereka masih memegang kendali atas nasib sendiri di turnamen ini.
"Kami belum meraih kemenangan, itu memang disayangkan, tetapi sekarang kami harus tetap tenang dalam situasi ini dan fokus pada pertandingan melawan Selandia Baru," ujar Garcia dalam konferensi pers seusai laga.
Courtois menyoroti masalah penyelesaian akhir
Pernyataan sang pelatih mendapat dukungan dari penjaga gawang Thibaut Courtois. Ia menilai bahwa tim sudah menciptakan cukup banyak peluang, namun gagal mengonversinya menjadi gol.
"Pada akhirnya, yang kurang dari kami adalah gol. Baik saat melawan Mesir maupun hari ini melawan Iran, kami memiliki banyak peluang, tetapi gagal mencetak gol dan itulah yang mengubah jalannya pertandingan," ungkap Courtois di area campuran.
Tekanan meningkat pada tim Setan Merah
Hasil ini membuat Belgia hanya mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan di Grup G, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 dengan Mesir di laga pembuka. Dengan label "Generasi Emas" yang kini tinggal kenangan, skuad saat ini kesulitan menemukan ritme menyerang yang efektif, membuat peluang mereka untuk lolos menjadi sangat tipis menjelang laga terakhir fase grup melawan Selandia Baru. Untuk tim yang memiliki deretan pemain kreatif papan atas dunia, kurangnya ketajaman di lini depan kini menjadi masalah yang sangat mencolok.