TRIBUNNEWS.COM – Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan setelah tampil tajam di Piala Dunia 2026 dengan mencetak dua gol dalam kemenangan Prancis 3-0 atas Irak di Philadelphia, laga yang sempat tertunda lebih dari dua jam akibat badai petir, Selasa (23/6/2026) pagi WIB.
Tambahan dua gol tersebut membuat catatan Mbappe di Piala Dunia mencapai 16 gol dari 16 pertandingan sejak debutnya pada 2018.
Statistik itu menegaskan ketajamannya dengan rata-rata satu gol per laga, sekaligus menempatkannya sejajar dengan legenda Jerman Miroslav Klose dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen, serta melampaui Ronaldo Nazario yang mengoleksi 15 gol.
Prancis memang sangat bergantung pada Mbappe yang telah mencetak 60 gol dalam 100 penampillannya di semua kompetisi internasional.
Catatan tersebut juga menjadikannya striker tersubur Prancis usai mengalahkan rekor Olivier Giroud dengan 57 gol.
"Mbappe di Piala Dunia sekarang menjadi target man yang akan dibantu oleh Dembele," kata Gigih, seorang football enthusiast dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Mbappe akan tetap menjadi tumpuan bagi Deschamps. Karena sekali lagi melihat pelatih itu kan tipenya seperti Ancelotti. Jadi ada satu pemain kunci jadi akan memanfaatkannya," tambahnya.
Efektivitas tersebut juga menjadi sorotan karena Mbappe memiliki rasio gol yang lebih tinggi dibanding Lionel Messi di Piala Dunia.
Penyerang Argentina itu tercatat mengoleksi 18 gol dari 28 pertandingan sejak debutnya pada 2006, sehingga secara efisiensi berada di bawah Mbappe meski secara total masih unggul.
Di laga melawan Irak, Mbappe tidak hanya memastikan kemenangan Prancis, tetapi juga memperpanjang rekor impresifnya dengan mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia untuk keenam kalinya.
Striker Real Madrid itu juga menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mencetak dua gol atau lebih dalam tiga laga Piala Dunia secara beruntun, menyamai catatan Sandor Kocsis (1954), Guillermo Stabile (1930), dan Lionel Messi (2026).
Baca juga: Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Argentina, Prancis, Norwegia Melaju Mulus ke Fase Gugur
Pelatih Prancis Didier Deschamps turut memberikan pujian atas konsistensi sang kapten. Ia menilai Mbappe terus menunjukkan perkembangan luar biasa dan memiliki potensi untuk memecahkan banyak rekor besar.
“Dia telah mencapai 100 penampilan, dan gol akan terus dia cetak. Saya tidak yakin dia akan bermain sampai usia yang sama seperti Messi atau Ronaldo, tetapi dia akan selalu mencetak banyak gol selama berada di lapangan,” ujar Deschamps, dikutip dari ESPN.
Dengan performa yang terus meningkat, Mbappe kini semakin dipandang bukan hanya sebagai bintang masa depan, tetapi juga sebagai salah satu kandidat kuat pemegang rekor legendaris di panggung Piala Dunia.
"Saya tidak khawatir tentang Mbappe. Dia di sini untuk mencetak gol dan dia melakukannya."
"Dia juga memainkan perannya sebagai kapten di dalam dan di luar lapangan. Dia memiliki aura mendunia. Saya sudah cukup mendengar kritik tentang dia dan sisi egoisnya, tetapi itu sama sekali bukan dirinya. Dia adalah kapten dan dia adalah contoh yang sangat baik bagi seluruh skuad," tegas pelatih Prancis itu.
Saat pertandingan mendekati akhir babak pertama, langit di atas Lincoln Financial Field tiba-tiba diguyur hujan deras yang membasahi para pemain dan penonton.
Tak lama setelah pemain kembali ke ruang ganti untuk beristirahat, FIFA mengumumkan bahwa pertandingan akan ditunda setidaknya 15 menit.
Penundaan tersebut menjadi yang pertama dan terlama di turnamen ini yang berlangsung lebih dari dua jam, karena aturan FIFA mengharuskan pertandingan dihentikan sementara dan area tempat duduk dievakuasi selama 30 menit jika petir terdeteksi dalam radius 8 mil.
“Di ruang ganti saat istirahat, kami bermain kartu,” kata Deschamps.
“Kami menunggu karena ada slot waktu yang terus diundur. Yang terpenting bagi saya dan Graham Arnold adalah memiliki waktu 20 menit untuk pemanasan lagi tanpa mengambil risiko.”
“Ini pertama kalinya hal seperti ini terjadi pada saya, dan saya harap ini yang terakhir.”
Hujan deras juga turun menjelang pertandingan antara Norwegia dan Senegal pada Senin malam di East Rutherford, New Jersey, namun laga tersebut tetap dimulai tepat waktu.
Setelah kembali ke lapangan usai jeda babak pertama, Prancis kembali tampil dominan, dengan Ousmane Dembélé memberikan umpan kepada Mbappé untuk gol keduanya, sebelum mencetak gol ketiga Prancis yang sekaligus menjadi gol perdananya di turnamen ini.
“Jeda waktu antara awal dan akhir pertandingan sangat lama, apalagi kami masih punya pertandingan lain dalam empat hari,” kata Deschamps.
“Saya tidak marah, kami bahkan sempat bercanda dengan para pemain. Ini soal keselamatan, dan kami mengikuti aturan setempat.”
(Tribunnews.com/Ali)