TRIBUNNEWS.COM – Portugal berada dalam tekanan besar jelang laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 melawan Uzbekistan di Stadion Houston, Rabu (24/6/2026) pukul 00.00 WIB. Selecao das Quinas wajib menang setelah hanya bermain imbang pada laga pembuka.
Saat ini, Portugal menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup K dengan satu poin.
Situasi ini membuat skuad asuhan Roberto Martinez dituntut segera bangkit demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Pada pertandingan sebelumnya, Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo.
Hasil tersebut memicu sorotan tajam terhadap performa tim yang digadang sebagai salah satu favorit juara.
Menurut data Opta Analyst, Portugal memiliki peluang juara sebesar 10,72 persen dan menempati posisi keenam kandidat terkuat juara, di bawah Argentina, Spanyol, Prancis, Inggris, dan Jerman.
Sorotan mengarah kepada kapten Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu bermain penuh selama 90 menit pada laga sebelumnya, namun gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dari dua percobaan.
Ronaldo juga belum mencetak gol dalam dua Piala Dunia terakhir sejak terakhir kali membobol gawang Ghana pada 2022.
Meski demikian, Ronaldo tetap dianggap memiliki peran penting berkat pengalaman, kepemimpinan, serta pengaruh besarnya di ruang ganti.
“Portugal butuh pemimpin yang punya suara vokal di lapangan, siapa lagi kalau bukan Ronaldo,” ujar football enthusiast Gigih dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Usai Bawa Argentina ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Julian Alvarez Ingin Tinggalkan Atletico Madrid
Sementara itu, Bruno Fernandes dan Joao Neves juga turut menjadi bahan perbincangan dan menambah tekanan bagi skuad Portugal yang dinilai belum tampil sesuai ekspektasi.
Bruno Fernandes dan Joao Neves menjadi sasaran hujatan di media sosial usai dianggap sengaja enggan mengoper ke Ronaldo.
Menanggapi hal itu, Francisco Conceicao menegaskan tidak ada kewajiban bagi pemain untuk selalu mengoper bola kepada sang kapten.
“Kami tidak memiliki kewajiban atau kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya,” ujar Conceicao, dikutip dari ESPN.
Pemain Juventus itu menekankan bahwa keberhasilan tim bergantung pada kolektivitas seluruh pemain dalam skema yang diterapkan pelatih Roberto Martinez.
“Cristiano ada di sini untuk membantu, seperti pemain lain di tim nasional. Tidak ada satu individu yang lebih penting dari kolektivitas,” katanya.
Di sisi lain, Uzbekistan datang sebagai debutan Piala Dunia.
Mereka mengawali turnamen dengan kekalahan 3-1 dari Kolombia, namun tetap mampu mencetak gol bersejarah melalui Eldor Shomurodov.
Laga ini juga menjadi pertemuan pertama Portugal dan Uzbekistan di ajang internasional.
Menariknya, Portugal belum pernah menang dalam dua laga terakhir melawan tim asal konfederasi AFC di Piala Dunia, yang menambah tantangan tersendiri.
Dengan kondisi tersebut, Portugal dituntut tampil lebih efektif untuk mengamankan kemenangan, sementara Uzbekistan berpotensi memanfaatkan status underdog untuk menciptakan kejutan di Houston.
Sportsmole: Portugal 3-0 Uzbekistan
Sports Illustrated: Portugal 2-0 Uzbekistan
Sportskeeda: Portugal 2-0 Uzbekistan
Costa; Cancelo, Araujo, Veiga, Mendes; Neves, Vitinha, Fernandes; Silva, Neto, Ronaldo
Yusupov; Khusanov, Abdullaev, Ashurmatov; Karimov, Mozgovoy, Shukurov, Nasrullaev; Fayzullayev, Urunov, Shomurodov
5 Laga Terakhir Portugal
5 Laga Terakhir Uzbekistan
(Tribunnews.com/Ali)