TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari sebuah rumah kayu di RT 02 RW 07 Dusun Mukti Jaya (Dusun III), Kampung Langsat Permai, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak.
Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melalap seluruh bangunan yang dihuni Heri Sumtri.
Rumah yang sebagian besar terbuat dari papan itu tidak mampu menahan ganasnya api.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berlarian menuju lokasi sambil membawa ember dan peralatan seadanya untuk membantu pemadaman.
Namun upaya itu tidak banyak membantu karena api terlanjur membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah.
Suasana panik pun tak terhindarkan. Dari rekaman video yang beredar, terdengar warga saling berteriak mengingatkan bahaya kabel listrik yang masih beraliran arus.
“Ya Allah, rumah Heri. Heri ke mana? Heri pergi Bengkalis, rumah terbakar Heri,” teriak seorang warga.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/6/2026). Pada Selasa (23/6/2026) warga masih berdatangan melihat puing dan memberikan penguatan batin kepada Heri.
Pada saat kejadian, warga lainnya berusaha menyelamatkan sepeda motor yang berada di samping rumah. Namun kobaran api yang semakin besar membuat usaha tersebut terpaksa dihentikan.
Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Tujuh Rumah di Rohil
“Awas kabel listrik, jangan lewat, kabel listrik,” teriak warga lainnya.
“Honda enggak bisa diselamatkan lagi itu. Bahaya nanti, takut ambruk,” sahut warga yang berada di lokasi.
Tak lama kemudian, seluruh bangunan rumah sudah dikuasai api. Warga memilih mundur karena khawatir bangunan roboh dan kabel listrik yang terbakar masih mengandung arus.
Saat kejadian berlangsung, Heri diketahui sedang bepergian ke Kabupaten Bengkalis. Akibatnya, seluruh barang berharga miliknya tidak sempat diselamatkan.
Salah seorang warga, Tiani, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa Heri.
“Kasihan Heri. Saat kejadian dia sedang berada di Bengkalis. Semoga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Kepala Dusun III Kampung Langsat Permai, Arif, mengatakan api sangat cepat membesar karena kondisi bangunan yang terbuat dari papan dan sudah berusia cukup lama.
“Rumah Heri ini merupakan rumah papan yang dibangun belasan tahun lalu. Saat api muncul, kobarannya sangat cepat membesar. Bahkan sepeda motor yang terparkir di samping rumah juga tidak sempat diselamatkan,” katanya.
Menurut Arif, masyarakat sekitar telah berupaya membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik korban. Namun kondisi bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menghanguskan seluruh rumah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, dalam laporan kejadian menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Dusun III Kampung Langsat Permai.
BPBD mencatat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun satu unit rumah dan satu unit sepeda motor hangus terbakar. Besaran kerugian material masih dalam pendataan.
“Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait,” ujarnya.
Namun berdasarkan keterangan warga di lokasi, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang memicu munculnya api dari dalam rumah.
Pantauan di lapangan menunjukkan bangunan rumah milik Heri telah rata dengan tanah. Hanya tersisa puing-puing dan material bangunan yang hangus terbakar. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dari musibah tersebut.
Selama kejadian, tidak ada Pemadam Kebakaran (Damkar) datang ke lokasi. Novendra menyebut, tidak ada seorangpun yang melapor ke Damkar terdekat.
“Pemadam tidak datang karena tidak ada laporan tentang kebakaran dari masyarakat atau pun call center 112,” ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)