Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Terbentur kondisi keuangan dan belum ada peraturan daerah (Perda) yang berdampak terhadap kesejahteraan, sejumlah atlet asal Kabupaten Pangandaran Jawa Barat pindah ke daerah lain.
Tidak hanya atlet di bawah KONI, namun hal itu juga terjadi terhadap atlet dibawah naungan NPCI Kabupaten Pangandaran.
Ketua NPCI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah mengatakan atlet yang pindah ke daerah lain ada sekitar tiga orang.
Mulai atlet dari cabang olahraga (cabor) tenis meja, catur, dan renang. Mereka pindah sudah ada setahun lebih kebelakang.
"Alasan atlet pindah karena mungkin kurang perhatian dari pemerintah," ujar Wahyu dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Selasa (23/6/2026) pagi.
Baca juga: Dinas Kelautan Akan Uji Tanah dan Air Laut Tumpahan 8.109 Ton Batu Bara di Perairan Pangandaran
Kabid Pemuda dan olahraga di Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Arman Danismaya mengatakan memang cukup banyak atlet asal Pangandaran yang pindah dan ikut di daerah lain. Namun, secara data pihaknya belum bisa menyebutkan.
Sejumlah atlet ada yang pindah karena di Kabupaten Kota lain sudah bisa memberikan uang saku atau honor.
"Misalkan mau kegiatan Porprov, satu tahun sebelum Porprov itu kadang atlet sudah pindah. Karena, di Kabupaten Kota lain mah saat latihan setiap bulannya itu digajih. Kalau Pangandaran kan belum bisa seperti itu," katanya.
Kemudian jika atlet itu mendapatkan medali, bonus yang didapat dari pemerintah cukup lumayan besar."Nah, Pangandaran mah belum bisa seperti Kabupaten kota lain. Karena kondisi keuangan," kata Arman.
Seperti tahun lalu, atlet di Pangandaran yang mendapatkan medali itu dikasih bonus tapi di Kabupaten Pangandaran belum ada Perda tentang nominal bonus.
"Jadi, bonus yang diberikan itu masih situasional. Misalkan, di Bekasi medali emas Rp 50 juta per keping, kalau di Pangandaran tidak sampai. Kemarin juga bonusnya paling di angka Rp 10 juta untuk emas," ujarnya.
Namun kini, pihaknya melakukan antisipasi atlet pindah. Satu di antaranya, tahun sekarang atlet yang berprestasi akan dimasukkan kerja untuk memprotek atlet berprestasi pindah ke Kabupaten kota lain
"Yang difasilitasi Pemkab, minimalnya juara di tingkat nasional. Contoh sudah ada di cabor renang, pesepeda, dan polo air itu dimasukkan kerja di bidang pendidikan olahraga," ucap Arman.(*)