Ganti Rugi Ikan yang Mati Akibat Limbah Masih Dihitung, DLH Tasikmalaya Sebut Mesin Rusak
ferri amiril June 23, 2026 01:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

 
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Kompensasi ganti rugi ikan di kolam warga Tasikmalaya yang tercemar limbah TPA Ciangir masih dihitung UPTD.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, ungkap bocornya resapan air limbah Ipal TPA Ciangir akibat beberapa mesin mengalami kerusakan.

Dampak ini mengakibatkan sejumlah kolam ikan dan sumur milik warga di dua Kampung Sirnagalih dan Mugarsari berubah warna hitam hingga menyebabkan bau amis.

Tidak hanya itu, berbagai jenis ikan mati mendadak karena saluran air yang ke kolam terdampak limbah di kolam Ipal milik TPA Ciangir Tamansari.

"Kejadian pada hari Minggu, karena sedang ada maintenance beberapa mesin dan itu masih kewenangan pihak ketiga dan ada perpanjangan masa pemeliharaan tiga bulan kedepan terhitung 17 Juni sampai 16 September 2026," ungkap Sekdis DLH Kota Tasikmalaya Ukim Sumantri dikonfirmasi TribunPriangan.com, Selasa (23/6/2026).

Baca juga: 98 Kolam Ikan Warga Tasikmalaya Tercemar Lindi TPA Ciangir, Bau dan Berwarna Hitam

Ukim mengakui, memang kejadian ini kerap terulang ketika ada perbaikan mesin pada kolam Ipal TPA Ciangir.

"Memang mesin dalam maintenance dan fungsinya menjadi tidak optimal jadi belum bisa mengolah air limbah. Efeknya air limbah masih mengalir ke selokan yang belum terolah," ucap Ukim.

Saat ini upaya yang dilakukan sementara dengan menutup saluran yang mengalir ke selokan, agar tidak terjadi kembali sambil menunggu perbaikan selesai.

"Jadi sirkulasinya sempat terhenti, yang akhirnya mengalir ke selokan karena pompa dalam masa perbaikan," jelas Ukim.

Selain itu, Ukim mengungkapkan, tidak hanya satu mesin yang rusak, tapi beberapa item lain seperti blower dan pompa dalam perbaikan.

"Jadi ada beberapa mesin yang berkarat tapi sudah diperbaiki, dan ada dua lagi dimasukin ke bengkel, hari ini selesai perbaikan nanti kita uji coba lagi. Karena, Ipal itu air asam PH rendah, otomatis ke mesin ada efek cepat berkarat," tuturnya.

Adapun item yang mengalami kerusakan seperti blower, pompa yang sampai saat ini tengah dilakukan perbaikan supaya tidak kembali terulang.

"Di kolam Ipal itu ada blower 6 unit, mixer 4 unit, pompa itu ada 5 unit sampai 6, yang kemarin rusak itu blower tiga dan pompa dua unit, yang blower sudah diperbaiki, tinggal yang pompa," tambahnya.

Namun, soal kompensasi pihaknya masih berkoordinasi dengan UPTD dan warga yang terdampak untuk dilakukan penghitungan terlebih dahulu.

"Terkait kompensasi sementara belum, karena pihak RW masih menginventarisir by name by address, dan jumlah ikan berapa kilo. Nanti rekapitulasi ya dihimpun ketua RW, dikirim ke kepala TPA dan komunikasi ke kadis dan pihak ketiga karena masih masuk masa pemeliharaannya," jelasnya.

Ditanyai untuk perbaikan kolam Ipal ini menggunakan pagi anggaran tahun 2025 dikerjakan oleh pihak ketiga.

"Pihak ketiga CV segitiga emas, dan ini ada kontruksi dan perbaikan satu paket tahun anggaran 2025 senilai 3,5 miliar," tuturnya.

Ukim mengakui, setiap perbaikan dan maintenance memang ada efek, tapi ia memastikan tidak akan terulang kembali kejadian yang sama.

"Tahun lalu ada proses pengeringan juga dan ada kejadian kematian ikan, sekarang ada lagi usai maintenance dan selalu ada efek. Tapi kami akan pastikan, kejadian ini jangan sampai terulang kembali," jelas Ukim.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.