Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia, lalu menambah satu gol lagi untuk memastikan kemenangan, saat Argentina menaklukkan Austria 2-0 dalam laga penuh tensi di Dallas guna mempertahankan awal sempurna dalam upaya mempertahankan gelar mereka. Pemain terbaik sepanjang masa itu seharusnya sudah memecahkan rekor Miroslav Klose pada menit kedelapan, ketika Albiceleste mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran Stefan Posch terhadap Lautaro Martinez, namun Messi gagal memanfaatkan kesempatan dari titik putih.
Meski begitu, terlepas dari ketatnya persaingan di lapangan, rasanya hanya soal waktu sebelum Messi mencetak gol ke-17 di Piala Dunia, dan itu terjadi pada menit ke-38 dengan cara yang sangat khas. Pemain nomor 10 itu menyelesaikan umpan rendah dari Facundo Medina setelah Thiago Almada melakukan gerakan tipu yang indah.
Austria memberikan tekanan besar kepada Argentina setelah jeda, meskipun mereka jarang mengancam gawang lawan. Tak mengejutkan, Messi memastikan kemenangan timnya hampir di akhir pertandingan. Setelah awalnya mengirim umpan kepada Julian Alvarez, bintang Inter Miami itu memanfaatkan bola liar di kotak penalti, dan dengan percobaan keduanya, ia sukses mencetak gol ke-10 dalam enam laga terakhirnya di Piala Dunia selama dua edisi terakhir.
Berikut penilaian GOAL terhadap para pemain Argentina yang tampil di Dallas, ketika tim asuhan Lionel Scaloni mengamankan tempat di 32 besar dengan keunggulan tiga poin di puncak klasemen grup.
Kiper & Pertahanan
Emiliano Martinez (6/10):
Melakukan satu penyelamatan bagus dari tendangan bebas Marcel Sabitzer, namun secara umum tidak terlalu mendapat ancaman berarti.
Nahuel Molina (6/10):
Seperti biasanya, menjadi opsi serangan yang baik di sisi kanan Argentina, namun Scaloni pasti lebih menghargai kontribusi defensifnya kali ini.
Cristian Romero (6/10):
Pemain Tottenham Hotspur itu tampil solid di lini belakang sebelum akhirnya harus ditarik keluar karena cedera yang didapat setelah benturan di awal babak kedua.
Lisandro Martinez (7/10):
Pemain Manchester United ini tampil tanpa kesalahan berarti di pertahanan, membantu Argentina meredam ancaman dari Michael Gregoritsch dan rekan-rekannya di lini depan Austria.
Facundo Medina (7/10):
Tampil luar biasa di sisi kiri pertahanan, bertahan dengan gigih sekaligus memberikan assist untuk gol pembuka. Dengan bijak digantikan di akhir laga karena sudah mendapat kartu kuning.
Gelandang
Rodrigo De Paul (7/10):
‘Bodyguard’ Messi ini kembali bekerja keras menutup ruang di sisi kanan lapangan, memberikan perlindungan yang sangat vital bagi tim.
Alexis Mac Allister (7/10):
Bermain di posisi terdalam lini tengah Argentina, Mac Allister tampil disiplin dalam menjaga pertahanan dan mengalirkan bola ke depan, meskipun sempat melakukan beberapa tekel berisiko.
Enzo Fernandez (6/10):
Pemain Chelsea yang dikabarkan ingin pindah ini diberi kebebasan menyerang lebih banyak dibanding rekan-rekannya. Umpannya berujung pada hadiah penalti. Gagal memaksimalkan beberapa peluang bagus, namun kerja kerasnya patut diapresiasi.
Penyerang
Lionel Messi (8/10):
Layak gagal mengeksekusi penalti karena langkah lari yang terlalu lambat, namun tak membuat kesalahan saat menerima umpan tarik dari Medina dan menambah satu gol lagi di akhir laga. Beberapa hari sebelum berulang tahun ke-39, ia masih menjadi pemain terbaik Argentina — hal yang benar-benar luar biasa.
Lautaro Martinez (6/10):
Penuh energi dan agresivitas, kapten Inter ini memenangkan penalti berkat pergerakan cerdas di jantung pertahanan Austria. Namun ia tak mendapat peluang bersih lain, hal yang mesti menjadi perhatian Scaloni, mengingat kondisi Alvarez dan kesulitan Martinez mencetak gol di Qatar.
Thiago Almada (7/10):
Gerakan tipuan Almada untuk gol Messi sungguh brilian, tetapi hal terbaik dari pemain Atletico Madrid ini adalah etos kerja tinggi yang ditunjukkannya. Sekali lagi ia berlari hingga kehabisan tenaga sebelum akhirnya digantikan.
Pemain Pengganti & Pelatih
Nicolas Otamendi (6/10):
Bek veteran ini masuk menggantikan Romero yang cedera dan tampil solid tanpa kesalahan berarti.
Julian Alvarez (5/10):
Meski masih bermasalah dengan pergelangan kaki, ia menggantikan Lautaro di pertengahan babak kedua dan gagal memanfaatkan peluang emas sebelum Messi menuntaskan laga. Argentina sangat membutuhkan pemain Atletico Madrid ini segera pulih dan menemukan performa terbaiknya untuk meringankan beban Messi.
Nicolas Gonzalez (6/10):
Masuk bersamaan dengan Alvarez dan nyaris mencetak gol lewat sundulan tipis hasil umpan sudut dari Messi.
Nico Tagliafico (N/A):
Masuk di menit-menit akhir menggantikan Medina.
Leandro Paredes (5/10):
Masuk menggantikan De Paul delapan menit terakhir, namun tetap sempat menerima kartu kuning akibat tekel keras.
Lionel Scaloni (7/10):
Bukan penampilan terbaik dari tim asuhannya, namun mereka tidak perlu tampil sempurna karena masih memiliki Messi. Satu hal yang perlu diperhatikan, Argentina masih sangat bergantung pada kapten berusia 38 tahun tersebut. Scaloni mungkin akan mempertimbangkan untuk mengistirahatkannya saat melawan Yordania, demi melihat apakah ada pemain lain yang mampu mencetak gol tanpa kehadirannya.