SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Peristiwa sepeda motor terbakar sesaat setelah mengisi bahan bakar di Pertashop BK 12, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan sempat menghebohkan media sosial.
Video kejadian yang diunggah akun Instagram belitang_info serta beberapa akun medai sosial lain menjadi viral dan menarik perhatian banyak warganet.
Di balik peristiwa tersebut, terdapat kisah seorang guru ekstrakurikuler keterampilan kesenian yang merupakan perantau bernama Edi Wahyudi, warga asal Sragen, Jawa Tengah, yang sehari-hari tinggal di kos di Desa Sidogede, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.
Edi menceritakan, insiden itu terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB saat dirinya dalam perjalanan pulang menuju tempat tinggalnya di Sidogede setelah mengajar kegiatan ekstrakurikuler keterampilan di salah satu sekolah.
"Saya dari arah Karang Menjangan mau pulang ke Sidogede. Di perjalanan motor kehabisan bensin, lalu saya dorong dan mengisi BBM di Pertashop BK 12," katanya saat dihubungi Sripoku.com, Selasa (23/6/2026).
Namun setelah pengisian BBM jenis Pertamax, motornya yang merupakan Suzuki Shogun 110R tahun 2002 mengalami masalah saat hendak dinyalakan.
Menurut Edi, karburator motornya dalam kondisi banjir karena kehabisan bahan bakar. Saat ia mencoba mengengkol mesin, muncul percikan api yang diduga berasal dari bagian busi yang saat itu tidak menggunakan tutup busi.
"Karena motor tua, kalau pakai tutup busi sering nyendat-nyendat, jadi saya lepas. Setelah isi bensin dan saya engkol, langsung muncul api," katanya.
Api dengan cepat membesar karena menyambar bahan bakar yang baru diisi. Menyadari lokasi kejadian berada di area Pertashop, Edi langsung mendorong motornya menjauh demi menghindari risiko kebakaran yang lebih besar.
"Saya takut api menyambar ke Pertashop, jadi fokus saya waktu itu mendorong motor menjauh dulu," ungkapnya.
Kebakaran berlangsung sekitar dua hingga tiga menit. Beruntung, warga sekitar bersama petugas Pertashop sigap membantu memadamkan api menggunakan air yang dicampur deterjen sehingga kebakaran tidak meluas.
Awalnya Edi menganggap kejadian tersebut sebagai musibah biasa. Ia bahkan tidak menyangka video insiden yang dialaminya tersebar luas di berbagai platform media sosial.
"Saya baru tahu satu dua hari kemudian kalau videonya viral. Ada yang bilang video saya banyak di TikTok dan Instagram. Setelah itu Mas Ladislao menghubungi lewat DM," jelasnya.
Respons tak terduga datang dari konten kreator Ladislao Camara Carranza atau yang dikenal Abang Bule Ladislao dengan akun Ladislao_9.
Setelah berkomunikasi dengan Edi, Ladislao memutuskan membantu memperbaiki motor yang rusak akibat kebakaran.
Motor tersebut sempat direncanakan direstorasi di Belitang. Namun karena kesulitan mencari suku cadang Suzuki Shogun lawas, akhirnya kendaraan itu dibawa ke Jakarta untuk proses perbaikan dan restorasi.
Edi mengaku sangat terharu atas bantuan yang diterimanya. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, ia mengaku belum memiliki kemampuan untuk memperbaiki motornya sendiri.
"Alhamdulillah sangat membantu. Kalau harus memperbaiki sendiri mungkin berat karena kondisi ekonomi sekarang. Saya sangat berterima kasih karena sudah dibantu," tuturnya.
Saat ini Edi pulang ke kampung halamannya di Sragen untuk berkumpul bersama istri dan anak selama masa libur sekolah, sembari menunggu proses restorasi motornya selesai.