Menhaj Ungkap 350 Jemaah Haji Indonesia Wafat Akibat Pneumonia dan Kelelahan Pasca-Armuzna
Malvyandie Haryadi June 23, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 350 jemaah haji Indonesia wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 hingga saat ini. 

Jumlah tersebut, kata Gus Irfan, masih di bawah angka kematian dibandingkan penyelenggaraan haji tahun lalu.

"Tahun ini sampai hari ini ada 350 jemaah yang wafat. Ini jumlah yang cukup besar menurut kami, tapi alhamdulillah ini masih bisa di bawah tahun lalu, lebih dari 100 bedanya," kata Gus Irfan.

Hal itu disampaikan Irfan saat menjemput kepulangan petugas haji Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/6/2026).

Gus Irfan mengungkapkan kematian jemaah, sebagian kasus dipicu gangguan pernapasan, pneumonia. 

Meski begitu, faktor kelelahan juga menjadi penyebab dominan kematian jemaah Indonesia. 

"Sebagian karena pernapasan, pneumonia. Tapi juga sebagian besar karena kelelahan," katanya.

Dirinya menjelaskan, peningkatan angka kematian banyak terjadi setelah jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah Arafah Muzdalifah, Mina. 

Berdasarkan evaluasi sementara, banyak jemaah yang langsung mengikuti perjalanan tambahan ke sejumlah kota setelah menjalani fase ibadah yang menguras tenaga.

"Karena itu kita pantau sebagian besar yang meninggal itu, yang meningkat itu setelah pasca Armuzna," ujarnya.

Menurut Gys Irfan, Kemenhaj menemukan adanya aktivitas perjalanan atau city tour ke sejumlah lokasi seperti Thaif dan Jeddah yang berpotensi menambah beban fisik jemaah.

Hal ini terutama bagi mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit.

"Nah, kita amati lagi memang pasca Armuzna banyak yang langsung diajak city tour, diajak ke mana-mana yang membuat mereka lelah," katanya.

"Sehingga kita akan mengevaluasi lagi kebijakan kita tentang city tour, tentang berbagai kegiatan yang diajak ke tempat-tempat yang cukup jauh, ke Thaif, ke Jeddah, ke mana-mana, sehingga ini dapat sangat mempengaruhi kesehatan jemaah kita," tambahnya. 

Kemenhaj, kata Gus Irfan, akan memperketat standar istito'ah kesehatan bagi calon jemaah haji pada musim haji mendatang.

"Ini suatu capaian kita walaupun bukan capaian yang memuaskan, tapi tahun depan kita akan segera perketat, perkuat lagi istito’ah kesehatan bagi para jemaah kita," ujarnya.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung. 

Gus Irfan menyebut Kota Mekkah kini telah bersih dari jemaah Indonesia dan hanya menyisakan sekitar 29 persen jemaah yang masih berada di Madinah untuk menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.