Respons Wamensesneg Soal Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap Usai Demo
Muhammad Zulfikar June 23, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto, merespons terkait dugaan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menerima suap, agar tidak menggelar demonstrasi di depan Istana Negara.

Saat dimintai tanggapan mengenai kabar tersebut, Bambang mengaku belum mengetahui secara rinci informasi yang beredar.

Baca juga: PDIP Minta UBK Pecat Mahasiswa yang Terbukti Terima Uang Suap: Permalukan Nama Besar Bung Karno

Bambang menegaskan bahwa dirinya belum dapat memberikan komentar lebih jauh sebelum memperoleh informasi yang lengkap terkait kasus yang dimaksud.

Diketahui, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.

Pengakuan itu dilontarkan Abdi saat 'disidang' oleh mahasiswa UBK yang videonya beredar di berbagai platform media sosial.

Abdi merupakan salah satu dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada aksi demonstrasi, Senin (15/6/2026).

Saat itu, Abdi beserta mahasiswa lain dari UBK, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka diterima Gibran di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Guntur Romli Tanggapi Pengakuan Ketua BEM FH UBK yang Sempat Bertemu Gibran Terima Uang dari Polisi

Abdi menyebut menerima uang Rp 20 juta dari pihak kepolisian bernama Aan, untuk memindahkan titik aksi dari Istana.

"Uang itu dikasih sama mereka pihak kepolisian, untuk tidak turun aksi di Istana, akan tetapi, kita tetap turun."

"Pihak kepolisian, Bang Aan namanya dari pihak kepolisian, kurang tahu nama lengkapnya," ungkap Abdi dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews, Selasa (23/6/2026).

Belum ada keterangan apakah uang tersebut diterima sebelum atau sesudah bertemu Gibran.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.