TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menggelar acara syukuran sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan di Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan berlangsung di lokasi pembangunan, halaman RSUD Mamuju Tengah, Kompleks KTM Tobadak, Kecamatan Tobadak, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Mural 10 Meter Bendera Peserta Piala Dunia Warnai Semangat Nobar Warga Dusun Malauwa Mamuju
Baca juga: Bau Akram Ungkap Pemprov Tetap Sediakan Hadiah Meski Festival Sandeq Diserahkan ke Majene dan Polman
Acara syukuran tersebut dihadiri pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, menyampaikan pembangunan rumah sakit ini menelan anggaran sekitar Rp143 miliar bersumber dari pusat.
Dibangun di atas lahan seluas 7.600 meter persegi.
Rencananya, bangunan RSUD Mamuju Tengah akan terdiri dari tiga lantai.
"Kita berharap rumah sakit ini nantinya menjadi tempat rujukan terakhir bagi 11 puskesmas yang ada di seluruh Kabupaten Mamuju Tengah," ujar Arsal Aras.
Selain peningkatan kapasitas bangunan, status rumah sakit juga akan mengalami peningkatan (upgrade) dari tipe D menjadi tipe C.
Menandakan adanya peningkatan layanan dan fasilitas kesehatan dapat diakses masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Mamuju Tengah, Setya Bero, mengucapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan rumah sakit tersebut.
Ia berharap kehadiran RSUD PHTC Kemenkes ini dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Mamuju Tengah.
"Untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, maka diperlukan masyarakat yang sehat. Kami berharap rumah sakit ini dapat menjadi sarana yang mendukung terwujudnya hal tersebut," ucap Setya Bero.
Dengan pembangunan RSUD tipe C ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Mamuju Tengah semakin optimal dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus-kasus yang memerlukan rujukan tingkat lanjut.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah