Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan hampir seluruh tanaman pertanian warga terkhusus di wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT rusak dan tidak berubah.
Tanaman pertanian seperti jambu mente, coklat, kemiri tidak bisa dipanen karena terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Kini warga hanya mengandalkan tanaman kelapa yang menjadi sumber penghasilan untuk biaya hidup dan biaya pendidikan anak mereka.
"Semua tanaman pertanian rusak, yang menjadi harapan kami hanya Kelapa," Kata Yohanes salah satu warga yang ditemui di wilayah Padang Pasir Kecamatan Wulanggitang, Selasa 23 Juni 2026.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Status Siaga, Terjadi 2 Kali Erupsi dalam 6 Jam Pengamatan
Meski hanya mengandalkan kelapa, namun hasil panen tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, warga bersyukur karena masih bisa panen kelapa untuk bertahan hidup dan disimpan untuk biaya pendidikan anak mereka.
Beberapa warga lainnya membuka tempat usaha untuk menyambung hidup ditengah erupsi gunung Lewotobi Laki-laki yang kian terus menerus terjadi.
Sementara itu, di Desa Pululere, tanaman pertanian warga seperti mente yang sudah berubah, kini mengering karena terus menerus dilanda abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Selain itu, beberapa wilayah di kaki gunung Lewotobi Laki-laki itu, masih tertutup abu vulkanik, meski demikian warga tetap beraktivitas seperti biasanya.
Hingga kini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level III atau Siaga dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sementara itu, Ribuan warga masih mengungsi di lokasi hunian sementara yang terletak di wilayah Konga, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur dan menanti kejelasan pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas Gunung Lewotobi Laki-laki. (awk)