TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Semarang, Jawa Tengah, diperpanjang.
Keputusan ini diambil Dinas Pendidikan Kota Semarang lantaran kuota sejumlah sekolah belum terpenuhi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan, pendaftaran lanjutan tersebut hanya berlaku untuk sekolah yang masih memiliki kursi kosong.
Baca juga: Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis di Semarang Masuk SPMB 2026, Tambah Kuota 6.000 Kursi
Berdasarkan jadwal yang ditentukan, SPMB lanjutan jenjang SD ini berlangsung sepekan, 17-24 Juni 2026.
"Ini sudah jalan. Ya, bagi SD-SD yang kemarin SD negeri ya, yang kuotanya belum terpenuhi, ini sudah berjalan pendaftaran untuk tahap lanjutan," kata Ahsan, Selasa (23/6/2026).
Berbeda dengan pendaftaran reguler yang dilakukan secara daring, Ahsan menyebut, pada tahap lanjutan ini, calon peserta didik diminta datang langsung ke sekolah tujuan.
Selanjutnya, proses pendaftaran akan dibantu dan diinput secara online oleh pihak sekolah.
"(Prosesnya) datang ke sekolah, nanti di-online-kan di sekolah. Dilayani di sekolah yang dituju yang masih kurang-kurang itu dan nanti di sana di-online-kan," jelasnya.
Ahsan juga mengatakan, warga pendatang yang telah berdomisili di Kota Semarang tetap memiliki kesempatan mengisi kuota yang masih tersedia.
Namun, mereka harus dapat membuktikan status domisilinya.
"Mengisi kuota maupun pendaftaran reguler warga domisili bisa."
"Jadi warga pendatang tapi berdomisili di Kota Semarang, punya surat keterangan domisili oleh RT/RW," katanya.
Baca juga: Website Sang Juara SMP Kota Semarang Ditutup Sebelum SPMB Dimulai, Orangtua Protes
Menurut Ahsan, pada tahap lanjutan ini pendaftaran pada praktiknya lebih banyak menggunakan jalur domisili.
Hal itu karena jalur afirmasi dan mutasi telah selesai dilaksanakan pada tahap sebelumnya.
"Ya, kebanyakan jalur domisili. Kan kalau SD hanya jalur domisili, jalur afirmasi, dan jalur mutasi."
"Mutasi jelas sudah mungkin tidak ada. Afirmasi sudah habis. Warga miskin sudah selesai semua, to? Tersalurkan di sekolah negeri dan swasta."
"Jadi, praktis tinggal jalur domisili," imbuhnya. (*)