TRIBUNNEWS.COM - Performa Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 belum menunjukkan hasil maksimal.
Bertanding di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat, Selecao das Quinas harus puas berbagi angka 1-1 saat menghadapi Republik Demokratik Kongo, Rabu (18/6/2026) beberapa waktu lalu.
Hasil tersebut cukup mengejutkan, mengingat Portugal datang dengan status sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Eropa.
Lebih lanjut, performa Ronaldo turut menjadi sorotan karena dinilai belum memberikan kontribusi maksimal di laga tersebut.
Pada pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo, Ronaldo bahkan tidak berhasil melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.
Hal itu kemudian memunculkan berbagai kritik dari sejumlah pihak.
Salah satunya datang dari Presiden Pena Real Madrid de Indonesia, Syahrul Fauzi.
Baca juga: Daftar Tim Tersingkir Piala Dunia 2026: Sudah 4 Negara, Yordania Wakil Asia Pertama Angkat Koper
Syahrul menilai jika harusnya pelatih Portugal, Roberto Martinez, lebih bijak dalam mengelola menit bermain sang megabintang.
"Ronaldo terlihat minim sentuhan dan tidak terlalu banyak terlibat dalam permainan."
"Dengan faktor usia yang dimilikinya saat ini, Portugal perlu mempertimbangkan pengelolaan menit bermain yang lebih efektif,” kata Syahrul ketika dihubungi Tribunnews, Kamis (18/6/2026) sore WIB.
Baca juga: Inggris Punya Segalanya, Tantangan Tuchel di Piala Dunia 2026 Menciptakan Harmoni The Three Lions
Portugal kini bersiap menghadapi laga kedua Grup K melawan Uzbekistan yang akan digelar di Houston Stadium, Texas, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Jelang melawan Uzbekistan, muncul anggapan bahwa MartInez perlu mempertimbangkan opsi rotasi pemain, termasuk kemungkinan menyimpan sang bintang.
Saat ditanya apakah Ronaldo akan kembali diturunkan sejak awal, Martinez memilih bungkam.
Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai line-up masih sepenuhnya dirahasiakan dari publik maupun pemain
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda tentang starting eleven karena saya belum memberi tahu para pemain saya," kata Martinez, dikutip dari AP.
Performa Portugal pada laga pertama memicu banyak kritik, terutama terhadap Ronaldo yang dinilai kurang tajam.
Mantan pemain Real Madrid itu beberapa kali mendapatkan peluang di babak kedua, namun gagal memanfaatkannya.
Sejumlah pengamat televisi hingga pengguna media sosial mempertanyakan keputusan pelatih yang tidak menggantinya saat tim kesulitan mencetak gol.
Masih dikutip dari sumber yang sama, Martinez menilai kritik adalah bagian dari atmosfer turnamen besar seperti Piala Dunia.
"Kami bermain di Piala Dunia, jadi tentu ada banyak kebisingan dan ketegangan, tapi itu bagian dari permainan."
"Fokus kami adalah tim dan kami ingin menunjukkan sikap positif untuk siap menghadapi pertandingan. Kami sangat fokus. Kami kuat. Tim ini bahkan lebih bersatu dari sebelumnya," ujar Martinez.
Di sisi lain, pelatih Uzbekistan yakni Fabio Cannavaro mengingatkan timnya untuk tetap waspada terhadap ancaman Ronaldo.
Menurutnya, pemain Portugal tersebut tetap berbahaya di berbagai situasi.
"Kami harus berhati-hati ketika berada di dalam kotak penalti karena kami tidak boleh membiarkan pemain seperti ini tanpa pengawalan."
"Kami harus sangat fokus padanya karena Cristiano bisa mencetak gol dalam setiap situasi, baik dari tendangan bebas, bahkan dari situasi sepak pojok."
"Jadi kami harus sangat berhati-hati," kata Fabio Cannavaro.
Grup K Piala Dunia 2026 diisi oleh Portugal, Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Kolombia memimpin klasemen sementara Grup K setelah meraih kemenangan 3-1 atas Uzbekistan.
Di posisi berikutnya, Portugal dan Republik Demokratik Kongo sama-sama mengoleksi satu poin dari hasil imbang di laga pembuka.
Meski memiliki jumlah poin yang sama, Republik Demokratik Kongo berada di atas Portugal karena memiliki keunggulan fair play.
Sementara itu, Uzbekistan masih berada di posisi juru kunci Grup K.
(Tribunnews.com/Isnaini)