WNA asal Uzbekistan, Sirqjiddin (39), menjadi korban penipuan "taksi gelap" setibanya di Bandara Soekarno-Hatta dan sempat terkatung-katung di terminal bayangan. Dia mengalami kerugian Rp 1,4 juta.
Kejadian bermula ketika Sirqjiddin hendak melanjutkan perjalanan ke Lombok dan diarahkan oleh seorang pengemudi taksi gelap menuju terminal bayangan di kawasan Jalan Kayu Besar, Kalideres. Di lokasi tersebut, dia membeli tiket bus seharga Rp 1,2 juta dan membayar biaya transportasi tambahan Rp 200 ribu.
Setelah transaksi, dia kemudian diarahkan untuk menunggu penjemputan di sebuah hotel. Namun, setelah menunggu cukup lama, janji penjemputan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi.
"Setelah menunggu di hotel, pengemudi taksi gelap yang menjanjikan penjemputan tidak kunjung datang," kata Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Rachmad Wibowo, dikutip dari Selasa (23/6/2026).
Berada di negara asing dan tidak memahami situasi yang dihadapi, Sirqjiddin akhirnya mendatangi Polsek Kalideres untuk meminta bantuan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kalideres melakukan pengecekan dan klarifikasi ke lokasi pembelian tiket.
Polisi kemudian mempertemukan korban dengan pihak loket bus hingga seluruh uang yang telah dibayarkan berhasil dikembalikan. Petugas juga mengantar Sirqjiddin ke Terminal Kalideres untuk melanjutkan perjalanan ke Lombok dengan tiket resmi sesuai tarif yang berlaku.
Kepolisian menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada warga negara asing agar tetap merasa aman selama berada di Indonesia. Sirqjiddin pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke Lombok.
"Dalam kasus ini, kami memberikan pelayanan dan pendampingan kepada warga negara asing agar dapat kembali melanjutkan perjalanannya dengan aman dan nyaman," kata Rachmad.
Sirqjiddin pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke Lombok.
"Sebagai warga negara asing yang datang ke Indonesia untuk berlibur ke Lombok, saya merasa sangat terbantu dan aman. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih," ujar Sirqjiddin yang kemudian melanjutkan perjalanannya ke Lombok.





