TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim Nasional Aljazair sukses menjaga asa mereka untuk melaju ke babak fase gugur Piala Dunia FIFA 2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas tim debutan Yordania.
Bertanding di San Francisco Bay Area Stadium, Aljazair bangkit dari ketertinggalan untuk membungkus kemenangan tipis 2-1, sekaligus menyudahi perjalanan bersejarah Yordania di turnamen ini hanya dalam dua pertandingan grup.
Kekalahan di laga perdana membuat kedua kesebelasan tampil ngotot demi mengamankan poin penuh di Grup J.
Walaupun Yordania sempat memberikan kejutan di babak pertama, Aljazair yang tampil lebih proaktif akhirnya berhasil membalikkan keadaan berkat efektivitas skema bola mati di babak kedua.
Meskipun kedua tim tidak masuk dalam peta persaingan utama kandidat juara Piala Dunia 2026 jika dibandingkan dengan Argentina, laga ini rupanya tetap mendapat atensi besar dari para pencinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Zidan, seorang warga Pontianak, mengungkapkan bahwa pertandingan ini menyajikan tontonan yang sangat berkualitas dan menghibur.
• Brace Erling Haaland Loloskan Norwegia, Gadis Gen-Z Pontianak Ini Sampai Terpana
"Walaupun Yordania dan Aljazair ini bukan tim raksasa yang diunggulkan atau dihitung bakal juara di turnamen, tapi pertandingannya asli seru banget ditonton. Kualitasnya gak main-main karena di kedua tim banyak diperkuat pemain yang merumput di liga-liga top Eropa. Jadi secara taktik dan intensitas pertandingan tetap berkelas, kejar-kejaran skornya bikin tegang sampai menit akhir," kata Zidan kepada Tribun Pontianak.
Merujuk pada data infografis statistik pertandingan resmi, Aljazair mendominasi jalannya pertandingan secara mutlak, terutama dalam hal penguasaan bola dan aliran operan di lini tengah:
Tembakan: Yordania 8 — 17 Aljazair
Tembakan ke Arah Gawang: Yordania 4 — 8 Aljazair
Penguasaan Bola: Yordania 25 persen — 75 % Aljazair
Jumlah Operan: Yordania 202 — 619 Aljazair
Akurasi Operan: Yordania 73 % — 91 % Aljazair
Pelanggaran: Yordania 11 — 6 Aljazair
Kartu Kuning: Yordania 1 — 1 Aljazair
Kartu Merah: Yordania 0 — 0 Aljazair
Offside: Yordania 1 — 0 Aljazair
Tendangan Sudut: Yordania 1 — 10 Aljazair
Yordania yang diasuh oleh Jamal Sellami sebenarnya mampu menunjukkan tingkat konsentrasi tinggi di menit-menit awal pertandingan untuk meredam agresivitas Aljazair.
Bahkan, tim berjuluk The Chivalrous ini sukses memecah kebuntuan terlebih dahulu pada menit ke-36.
Berawal dari pergerakan bintang mereka, Mousa Al Tamari, bola dilambungkan ke dalam kotak penalti.
Nizar Al Rashdan yang berdiri di posisi tepat langsung menyambut bola dengan tendangan bersih menggunakan bagian luar sepatu kanannya, merobek gawang Aljazair dan mengubah skor menjadi 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Aljazair tetap tenang dan terus mengurung pertahanan Yordania dengan penguasaan bola dominan hingga 75 persen.
Gelombang serangan bertubi-tubi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69.
Nadhir Benbouali berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan matang dari situasi sepak pojok.
Petaka bagi Yordania kembali hadir delapan menit sebelum laga usai (82'). Berawal dari skema sepak pojok lainnya yang menciptakan kemelut di depan gawang, Amine Gouiri dengan sigap menyambar bola liar untuk membawa Aljazair berbalik unggul 2-1 yang bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.
Kemenangan ini membuat peta persaingan di Grup J semakin sengit di bawah kendali raksasa Amerika Selatan, Argentina:
Argentina: 2 Main | 2 Menang | 0 Seri | 0 Kalah | Gol: 5-0 | 6 Poin
Austria: 2 Main | 1 Menang | 0 Seri | 1 Kalah | Gol: 3-3 | 3 Poin
Aljazair: 2 Main | 1 Menang | 0 Seri | 1 Kalah | Gol: 2-4 | 3 Poin
Yordania: 2 Main | 0 Menang | 0 Seri | 2 Kalah | Gol: 2-5 | 0 Poin
Berdasarkan catatan sejarah dari FIFA, kemenangan ini diraih dengan catatan pertahanan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Aljazair.
Negara Afrika ini tercatat hanya mampu membukukan satu kali clean sheet (tanpa kebobolan) dalam 15 pertandingan terakhir mereka di putaran final Piala Dunia FIFA, di mana momen langka itu terjadi saat menahan imbang Inggris 0-0 pada edisi tahun 2010 silam.
Pada laga ini, gelandang Aljazair, Ibrahim Maza, dinobatkan sebagai Superior Player of the Match atas kontribusi krusialnya mengawal lini tengah. (*)