BPBD Ketapang: Kesiapsiagaan Karhutla Sudah Optimal, Tinggal Action
Syahroni June 23, 2026 04:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan berbagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berjalan optimal. 

Saat ini, pemerintah daerah hanya menunggu pelaksanaan apel siaga karhutla tingkat kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan, mulai dari pengecekan sarana dan prasarana (sarpras), rapat tim terpadu, hingga apel kesiagaan di tingkat kecamatan dan perusahaan.

Baca juga: Nahas, Remaja Asal Nanga Tayap Ketapang Meninggal dalam Perjalanan Merujuk ke Rumah Sakit Pontianak

“Upaya mitigasi sudah kita lakukan. Cek sarpras, rapat tim terpadu kabupaten, kecamatan juga sudah melaksanakan apel kesiagaan"

"Perusahaan juga sudah melakukan apel. Intinya kita hanya apel kabupaten yang belum kita laksanakan, jadi kita tunggu momennya,” ujar Yunifar kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa 23 Juni 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Ketapang masih menunjukkan adanya curah hujan, sehingga berdasarkan pemetaan BPBD, tingkat kerawanan karhutla saat ini masih relatif terkendali.

Meski demikian, status siaga karhutla tetap diberlakukan dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan.

Baca juga: Makin Mudah, Fly Jaya Resmi Buka Rute Ketapang-Jakarta, Pemda Yakin Dongkrak Ekonomi dan Investasi

“Upaya mitigasi, pemantauan, pendirian posko, status juga, kita sekarang siaga karhutla sampai insya Allah tanggal 30 dan kita perpanjang kembali. Koordinasi dengan provinsi juga intens kita lakukan,” jelasnya.

Yunifar juga mengungkapkan adanya tantangan dalam penanganan karhutla, terutama keterbatasan dukungan udara.

Jika sebelumnya helikopter water bombing dapat disiagakan di Ketapang, saat ini armada lebih banyak dipusatkan di Pontianak.

“Kendalanya sekarang tim darat ini harus lebih ekstra. Biasanya kita dapat helikopter, sekarang semuanya di Pontianak,” katanya.

Ia berharap ke depan ada penambahan dukungan udara yang ditempatkan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, termasuk untuk mendukung operasi modifikasi cuaca oleh BNPB dan BMKG serta pemantauan wilayah rawan kebakaran.

Baca juga: Penghormatan di Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ketapang Sambangi Purnawirawan dan Warakawuri

Menurutnya, keberadaan helikopter sangat penting karena banyak titik kebakaran berada di lokasi sulit dijangkau, jauh dari akses jalan maupun sumber air.

“Sekarang banyak terjadi di lahan kosong yang jauh. Mobil hanya bisa sampai titik tertentu, kemudian dilansir lagi menggunakan motor keranjang,” jelasnya.

Meski demikian, BPBD Ketapang menegaskan bahwa kesiapsiagaan sudah maksimal, mulai dari personel, peralatan, hingga koordinasi lintas instansi. Bahkan pelatihan penggunaan mobil pemadam juga telah diberikan kepada personel TNI.

“Secara kesiapsiagaan kita sudah oke, tinggal action saja,” tegasnya.

Selain itu, dukungan peralatan penanganan karhutla juga telah disalurkan kepada TNI dan Polri di wilayah rawan.

Sementara itu, pihak perusahaan perkebunan disebut telah menyesuaikan standar pencegahan sesuai regulasi terbaru.

“Kebanyakan kebun yang kami datangi sudah berpedoman pada Permentan Nomor 6 Tahun 2025,” ungkapnya.

Permentan Nomor 6 Tahun 2025 sendiri merupakan aturan tentang pembukaan dan/atau pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar, sebagai penyempurnaan dari regulasi sebelumnya untuk memperkuat pencegahan karhutla.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.