Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Kabupaten Klaten mendapat apresiasi dari UNICEF Indonesia karena dinilai menjadi salah satu daerah yang menunjukkan praktik baik dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Pujian tersebut disampaikan saat audiensi antara Pemerintah Kabupaten Klaten, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI), dan UNICEF Indonesia di Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin (22/6).
Pertemuan tersebut membahas penguatan perlindungan anak sekaligus pengembangan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) di Kabupaten Klaten.
Hadir dalam kegiatan itu Direktur Sosial Budaya Kemendes PDT RI, Direktur Perencanaan Teknis UNICEF Indonesia, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, kepala OPD terkait, camat, serta kepala desa.
Dalam kesempatan itu, Kemendes PDT RI dan UNICEF menyampaikan hasil kunjungan lapangan ke Kecamatan Juwiring, khususnya Desa Pundungan yang menjadi salah satu lokus praktik baik perlindungan anak.
Direktur Sosial Budaya Kemendes PDT RI, Andrey Ikhsan Lubis, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi program perlindungan anak di tingkat desa sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi.
"Kami memotret, melihat, dan meninjau lokus praktik baik perlindungan anak. Sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Juwiring, utamanya Desa Pundungan," ujarnya.
Baca juga: Bupati Hamenang Beri Bantuan untuk Penyandang Disabilitas saat Sambung Rasa Desa Randulanang Klaten
Apresiasi khusus datang dari Child Protection Specialist UNICEF Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio. Ia menilai Kabupaten Klaten telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan desa ramah anak dan perlindungan anak di tingkat akar rumput.
Menurut Astrid, Klaten menjadi salah satu daerah yang mampu menghadirkan praktik baik dalam upaya pemenuhan hak-hak anak sekaligus perlindungan terhadap mereka.
"Terima kasih telah menjadi mitra dalam membangun desa yang ramah anak. Kami melakukan uji coba di 10 desa dan berharap praktik baik ini dapat terus disebarluaskan," ucapnya.
Ia berharap berbagai program yang telah berjalan di Klaten dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
"Kami juga berharap Kabupaten Klaten dapat menjadi pusat edukasi, terkait perlindungan anak dan desa ramah anak,” kata Astrid.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik kunjungan Kemendes PDT RI dan UNICEF ke Kabupaten Klaten.
Menurutnya, perlindungan anak merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan.
"Kami menyambut baik hadirnya Kemendes dan UNICEF di Kabupaten Klaten, khususnya di Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring," ujarnya.
Hamenang menegaskan investasi terbaik bagi daerah adalah memastikan anak-anak mendapatkan hak, perlindungan, dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal.
Baca juga: Momen Bupati Hamenang Ikut Event Lari Mandiri Jogja Marathon 2026 di Kawasan Candi Prambanan Klaten
"Anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan kita di masa depan. Mereka adalah investasi bangsa, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan prioritas agar memiliki masa depan yang baik,” imbuhnya.
Menurut Hamenang, keberhasilan program perlindungan anak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, UNICEF, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan agar tercipta lingkungan yang benar-benar ramah bagi anak.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga berbagai program perlindungan anak yang telah berjalan di Klaten dapat berkembang lebih luas dan memberi manfaat yang lebih besar.
“Semoga seluruh program dan upaya yang dilakukan dapat berjalan lancar, serta menjadi kampanye praktik-praktik baik yang dapat ditiru dan diterapkan di berbagai wilayah lainnya,” tutupnya. (zma)