Masutuhulo, Sebuah Tradisi Pernikahan di Negeri Haria
Fandi Wattimena June 23, 2026 03:52 PM

Oleh Anita Latupeirissa

TRIBUNAMBON.COM - Meja Kawin, segitu warga di Pulau Saparua menyebutnya.

Merupakan tradisi yang dipahami menjadi bagian utuh dari prosesi pernikahan.

Oleh warga Negeri (Desa Adat) Haria disebut Masutuhulo, sebagai prosesi wajib yang menyempurnakan penyatuan dua keluarga melalui ikatan pernikahan.

Masutuhulo diartikan sebagai ucapan terima kasih, dalam bentuk jamuan makan usai akad pernikahan. 

Diadopsi dari kebiasaan bangsa kolonial selama pendudukan di tanah Saparua, tradisi ini masih terjaga.

Dimana keluarga mempelai laki-laki menyajikan aneka hidangan kepada semua orang yang turut andil dalam terselenggaranya perkawinan.

Tak hanya kepada keluarga mempelai perempuan, para saksi pernikahan, pemimpin ibadah, tokoh adat hingga kerabat kedua pihak.

Namun mempertimbangkan konsekuensi biaya dalam proses itu, biasanya jumlah tamu undangan jamuan terima kasih disesuikan. 

Baca juga: Inafuka: Suara Hati dari Bumi Bupolo

Berikut tahapan Masutuhulo atau Meja kawin:

Persiapan

  • Menyampaikan maksud kepada keluarga besar soa atau matarumah
  • Kumpul keluarga atau lahatol:
    Menyampaikan maksud dan tujuan serta tanggungan.
    Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan meja kawin.
    Penentuan jumlah keluarga atau matarumah yang akan hadir pada saat duduk di meja kawin.
    Penentuan juru bicara

Baca juga: Siksikar: Jendela Sejarah dan Identitas Kultural Kepulauan Kei

Pelaksanaan 

Biasanya berlangsung usai akad keagamaan maupun pemerintahan; pengantin dan rombongan menuju ke rumah tua atau lokasi dilakukan adat Masutuhulo.

Setiba di tempat pelaksanaan, ada prosesi awal menuju Masutuhulo, yaitu: Atumata.

Dimana tua adat perrintahkan saudara perempuan menjemput pengantin dengan menutup kepala (salo) sambil berjalan menuju pintu rumah tua.

Kemudian dibawa ke kamar untuk didoakan.

Penjemputan dan menutupi kepala atau Salo dengan kain hitam atau merah melambangkan perkenalan pengantin baru atau anggota baru ke mata rumah danjuga pengantin dikenalkan kepada dari mara bahaya serta nenek moyang merestui kehadiran pengantin.

Pelaksanaan masutohulo/meja kawin:

  • Juru mulut membuka proses adat.
  • Juru mulut mempersilakan pengantin membagikan sopi dan rokok kepada tamu dan keluarga sebagai simbol ucapan terima kasih dan rasa hormat kepada keluarga dan tamu.
  • Juru mulut mempersilakan pihak pihak terkait yang duduk di meja utama seperti pengantin, orang tua kedua belah pihak, saksi nikah, pihak agama, orang tua baptis, perwakilan saudara kandung dari keluarga ayah dan ibu pihak pengantin.
  • Juru mulut  mempersilakan rohaniwan membawakan doa.
  • Juru mulut mempersilakan orang orang tertentu memberikan wejangan dan nasihat.
  • Juru mulut memandu proses makan di meja kawin.
  • Juru mulut menutup proses makan.
  • Juru mulut menutup proses meja kawin .
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.