TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Memperingati HUT ke-499 Jakarta, Ibu Kota bersolek.
Sebanyak 9.699 tanaman hias dan berbagai ornamen dekoratif dipasang Pemkot Jakarta Pusat untuk menghadirkan suasana perayaan yang lebih meriah menuju lima abad Jakarta.
Adapun penataan dilakukan di sejumlah lokasi ikonik di Jakarta Pusat, seperti di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Simpang Senen, hingga kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudintanhut) Jakarta Pusat, Mila Ananda, mengatakan, dekorasi tahun ini dibuat lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sebagai bagian dari persiapan menyambut Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027 mendatang.
“Tahun ini, menjelang usia lima abad Jakarta, kami diminta membuat dekorasi yang lebih meriah. Karena itu, sejumlah titik strategis kami tata agar suasana perayaan HUT Jakarta semakin terasa,” ucapnya, Selasa (23/6/2026).
Untuk mendukung perayaan HUT Jakarta, Sudin Tamhut Jakarta Pusat menyiapkan 9.699 tanaman hias yang terdiri dari 15 jenis tanaman, baik berupa bunga potong maupun tanaman dalam pot.
Tanaman-tanaman tersebut dipadukan dengan berbagai ornamen dekoratif dan pencahayaan artistik guna memperkuat nuansa perayaan di ruang-ruang publik.
“Tanaman yang digunakan sebagian besar merupakan bunga semusim. Selain tanaman hias, kami juga menghadirkan berbagai ornamen dekoratif agar suasana perayaan semakin semarak,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran tanaman dan dekorasi tersebut tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memberikan kenyamanan visual bagi warga yang beraktivitas maupun menikmati perayaan HUT Jakarta.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam dekorasi tahun ini adalah pemanfaatan material daur ulang sebagai elemen hias.
Kepala Seksi Taman dan Hutan Kota Jakarta Pusat Yanti Rosanna mengatakan, pihaknya memanfaatkan batang-batang pohon bekas hasil penanganan pohon tumbang maupun penebangan yang sebelumnya tidak terpakai menjadi ornamen dekoratif.
“Batang-batang pohon yang sebelumnya terbuang kami manfaatkan kembali menjadi ornamen dekorasi. Selain lebih hemat, hasilnya juga unik dan mampu mempercantik suasana perayaan HUT Jakarta,” kata Yanti
Selain itu, sejumlah tanaman berbunga juga didatangkan dari daerah berhawa sejuk seperti Cipanas, Jawa Barat, untuk memperkuat tampilan dekorasi di berbagai titik.
Yanti menjelaskan, proses persiapan dekorasi telah dilakukan sejak hampir satu bulan lalu. Tahapan yang dilakukan meliputi pemilihan tanaman, pembuatan ornamen, hingga penataan di lapangan.
“Persiapannya kurang lebih satu bulan. Mulai dari memilih tanaman, membuat ornamen, sampai memastikan seluruh dekorasi siap dipasang. Kami monitor setiap hari progres pekerjaannya,” tuturnya.
Untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, Sudin Tamhut Jakarta Pusat mengerahkan seluruh tim, mulai dari tim mekanikal elektrikal, sarana dan prasarana, dekorasi, hingga petugas lapangan.
“Semua tim kami kerahkan. Setelah menyelesaikan tugas rutinnya, mereka ikut membuat ornamen dan dekorasi. Alhamdulillah, kemampuan dan kreativitas teman-teman sudah sangat baik, termasuk dari sisi estetika dan detail pengerjaan,” kata Yanti.
Yanti berharap dekorasi yang dihadirkan tahun ini dapat menambah semarak HUT ke-499 Jakarta sekaligus menjadi langkah awal menuju perayaan lima abad Jakarta pada 2027 mendatang.
Menurutnya, jika perayaan tahun ini sudah berlangsung meriah, maka peringatan 500 tahun Jakarta harus tampil jauh lebih istimewa.
“Kalau tahun ke-499 ini sudah meriah, maka target kami saat Jakarta berusia lima abad nanti harus jauh lebih spektakuler lagi,” tuturnya.
Sebagai informasi tambahan, puncak perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta akan diselenggarakan pada 27 Juni hingga 28 Juni 2026.
Beragam kegiatan akan diselenggarakan untuk menghibut masyarakat. Perayaan pun akaan dipusatkan di kawasan Bundaran HI.
Meski menghadirkan berbagai kegiatan untuk masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan perayaan tahun ini akan dikemas secara sederhana di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Tetapi intinya saya berpesan bahwa membuat kegembiraan masyarakat tetapi tidak berlebihan. Karena bagi saya, dalam kondisi geopolitik yang seperti ini, kegembiraan penting tetapi tidak kemudian berlebihan,” kata Pramono.