TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN dikeluhkan pedagang ikan hias di Pasar Ikan Hias Mina Restu, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mereka harus menambah biaya untuk operasional genset dan pembelian oksigen.
Saat listrik padam, mereka juga harus bergerak cepat menyelamatkan ikan-ikan dagangannya agar tidak mati akibat kekurangan oksigen.
Menurutnya, pemadaman saat itu terjadi pada sore hari dan berlangsung sekitar tiga jam.
"Kalau listrik mati, ikan-ikan harus dikantongi semua pakai oksigen. Itu cukup ribet," katanya, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Pemadaman Listrik di Purwokerto Masih Terjadi Hari Ini, Berikut Jadwal dan Wilayah Terdampak
Ia menjelaskan, meski pasar telah memiliki genset sebagai cadangan listrik, penggunaannya tetap menambah beban biaya bagi pedagang.
Biaya pembelian solar untuk genset ditanggung bersama melalui iuran dari masing-masing lapak.
"Kalau pakai genset, tentu ada tambahan biaya operasional."
"Kalau genset menyala penuh (iuran per pedagang) bisa sekitar Rp100 ribu," ujarnya.
Saat ini, ada sekitar 30 pedagang ikan hias yang berjualan di Pasar Mina Restu.
Aktivitas perdagangan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB setiap harinya.
Di tengah tantangan pemadaman listrik, para pedagang juga tengah menghadapi kondisi pasar yang relatif sepi.
Menurutnya, setiap tahun periode Juni hingga Agustus, penjualan memang lesu karena masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.
"Sekarang memang agak sepi. Banyak masyarakat fokus kebutuhan anak naik kelas atau masuk sekolah."
"Biasanya, Juni, Juli, Agustus memang rada anyep penjualannya," katanya.
Dalam kondisi tersebut, omzet harian yang diperoleh pedagang pun tidak terlalu besar.
"Sekarang sehari paling sekitar Rp150 ribuan," ujarnya.
Baca juga: Pemadaman Listrik PLN Diprotes Mahasiswa, Ganggu Aktivitas Belajar
Pria yang telah berjualan ikan hias sejak tahun 2013 itu menjual berbagai jenis ikan, mulai dari harga Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah.
"Yang paling murah Rp5.000, kalau ikan koi ada yang sampai Rp200 ribu," katanya.
Ia berharap, tidak terjadi lagi pemadaman listrik, terutama yang berlangsung dalam waktu lama karena dapat mengancam kelangsungan hidup ikan dan menambah biaya operasional pedagang.
"Harapannya, jangan sampai ada pemadaman lagi, apalagi kalau terlalu lama," ujarnya.
Hal senada disampaikan Heru, pedagang aquascape di Pasar Mina Restu, Heru.
Menurutnya, sejumlah jenis ikan hias sangat bergantung pada pasokan oksigen yang stabil sehingga pemadaman listrik menjadi ancaman serius.
"Ikan yang tidak boleh kekurangan oksigen itu seperti ikan koki dan arwana. Kebutuhan oksigennya tinggi," katanya.
Selain itu, usaha aquascape juga membutuhkan pasokan listrik yang terus menyala untuk menjaga kondisi ekosistem di dalam akuarium.
"Kalau aquascape juga butuh maintenance. Cahaya dan oksigen harus selalu menyala," ujarnya.
Karena itu, para pedagang berharap, pasokan listrik dapat lebih andal agar aktivitas usaha dan kelangsungan hidup ikan hias tetap terjaga. (*)