Strategi Tekan Inflasi, Pemkab Keerom Luncurkan Gerakan Pangan Murah
Marius Frisson Yewun June 23, 2026 04:12 PM

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Niko Laus Marung

TRIBUN-PAPUA.COM, KEEROM- Pemerintah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan dan pengendalian inflasi di daerah.

Melalui program yang melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan mitra distributor ini, pemerintah menyalurkan beras, telur, daging ayam, gula pasir, bawang merah, bawang putih serta cabai.

Gerakan Pangan Murah ini dilakukan di Kampung Sanggaria, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, pada Selasa (23/6/26).

Baca juga: Kisah Lionel Messi: Dari Nyaris Pensiun, Kini Jadi Raja Gol Piala Dunia di Usia 39 Tahun

Dari pantauan Tribun-Papua.com di lapangan, masyarakat di Distrik Arso Barat begitu antusias membeli sembako yang disiapkan oleh Pemerintah dengan harga yang terjangkau.

Misalnya harga beras 5 kg dijual Rp60.000, gula pasir 1 kg dijual Rp20.000, bawang merah Surabaya 1/2 kg dijual Rp40.000, bawang merah lokal 1/2 kg dijual Rp30.000, bawang putih 1/2 kg dijual Rp40.000, cabai kecil 1/2 kg dijual Rp50.000, daging ayam potong 1 ekor dijual Rp55.000, tomat 1/2 kg dijual dengan Rp20.000 dan telur ayam 1 rak dijual Rp55.000.

Plt. Sekda Keerom, Noak Wasanggai mengatakan pasar murah ini adalah upaya pemerintah setempat dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.

Baca juga: Viral Mahasiswa Berjaket Kuning Ikut Kunker Wapres Gibran, BEM FIB UI Tegaskan Bukan Wakil Lembaga

"Ini hadir sebagai langkah intervensi nyata untuk menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan angka inflasi daerah, serta menjaga daya beli masyarakat", ungkapnya kepada wartawan Tribun-Papua.com

Pemerintah mengharapkan masyarakat Arso Barat dapat memanfaatkan program itu dengan baik, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.