TRIBUNNEWS.COM - Program Magang Nasional Kemnaker merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja melalui pengalaman kerja langsung di berbagai perusahaan dan instansi.
Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui platform terintegrasi MagangHub–SIAPKerja, dan dirancang khusus untuk lulusan baru yang ingin membangun kompetensi profesional sejak dini.
Pada tahun 2026, program ini memasuki Angkatan 2 setelah sukses pada penyelenggaraan sebelumnya, dengan pembukaan pendaftaran yang dijadwalkan pada Juli 2026.
Magang Nasional Kemnaker Angkatan 2 2026 ditujukan bagi lulusan D3, D4, dan S1 (fresh graduate) dari berbagai jurusan, dengan kuota besar mencapai sekitar 150.000 peserta secara nasional.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi SIAPKerja Kemnaker yang terintegrasi dengan MagangHub.
Sehingga seluruh proses mulai dari pendaftaran hingga penempatan dapat dipantau secara digital.
Magang Nasional Kemnaker bukan sekadar program pelatihan singkat, tetapi merupakan ekosistem pembelajaran kerja yang terstruktur.
Peserta akan ditempatkan di berbagai perusahaan swasta, BUMN, hingga instansi pemerintah di seluruh Indonesia, untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata sesuai bidang studi masing-masing.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Dari total tersebut, sekitar Rp4,14 triliun khusus dialokasikan untuk 150.000 peserta magang, mencakup biaya operasional, uang saku, hingga perlindungan sosial ketenagakerjaan, dikutip dari laman kemnaker.go.id.
Keberhasilan angkatan pertama menjadi dasar kuat dilanjutkannya program ini.
Baca juga: BKN Buka Program Magang 2026 untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate, Cek 4 Bidang yang Tersedia
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan, pelaksanaan Magang Nasional sebelumnya berjalan sangat baik dan memberikan dampak nyata.
Dari total 102,6 ribu peserta, program ini berhasil menjaring lebih dari 370,5 ribu pendaftar, yang kemudian ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
Dari sisi pengalaman peserta, hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, di mana mayoritas peserta atau sekitar 84,26 persen mengaku puas hingga sangat puas terhadap pelaksanaan program.
Tidak hanya itu, lebih dari 67 persen peserta juga merasakan bahwa program ini memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi mereka maupun keluarga.
Terutama karena adanya uang saku dan pengalaman kerja yang diperoleh selama masa magang.
Di sisi lain, perusahaan dan instansi penyelenggara juga memberikan respons yang serupa, dengan sekitar 84,13 persen menyatakan puas terhadap kontribusi peserta magang yang dinilai mampu membantu aktivitas kerja secara nyata.
Dari aspek peningkatan kompetensi, hasil evaluasi yang melibatkan lebih dari 22 ribu mentor menunjukkan bahwa program ini benar-benar memberikan ruang pembelajaran yang efektif bagi peserta.
Sebagian besar peserta mengalami peningkatan keterampilan teknis secara signifikan, disertai penguatan kemampuan non-teknis seperti komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja.
Sebelum pendaftaran dibuka, maka terdapat beberapa hal yang perlu disipkan oleh calon peserta.
Mengutip dari Instagram @kemnaker, agar tidak terjadi kendala saat pendaftaran, pastikan beberapa hal berikut sudah siap:
Untuk dapat mengikuti program ini, peserta wajib memenuhi beberapa ketentuan berikut:
Berikut beberapa dokumen yang wajib disiapkan:
Pendaftaran dilakukan secara online melalui platform SIAPkerja dengan tahapan sebagai berikut:
Membuat akun menggunakan email dan nomor HP aktif di portal resmi Kemnaker.
Mengisi data diri, riwayat pendidikan, serta mengunggah dokumen pendukung.
Masuk ke menu khusus program magang yang sudah terintegrasi dengan SIAPkerja.
Peserta dapat memilih posisi sesuai minat dan jurusan (maksimal 2 lowongan).
Setelah submit, peserta tinggal menunggu proses seleksi melalui akun atau email resmi Kemnaker.
Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran secara maksimal:
Peserta akan menerima uang saku bulanan sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi penempatan, sehingga tetap memiliki dukungan finansial selama program berlangsung.
Peserta akan mendapatkan:
Perlindungan ini memberikan rasa aman selama menjalani kegiatan magang di lingkungan kerja.
Setiap peserta akan dibimbing oleh mentor dari perusahaan atau instansi tempat magang.
Mentor berperan sebagai pembimbing teknis sekaligus pengarah pengembangan kompetensi kerja.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan memperoleh Sertifikat resmi Magang Nasional.
Kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP (bagi yang memenuhi syarat)
Sertifikat ini menjadi nilai tambah penting dalam dunia kerja.
(Tribunnews.com/Farra)