TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Menjelang siang, halaman SD Negeri 13 Hasinggahan di Kecamatan Sianjur Mulamula tampak lebih ramai dari biasanya.
Anak-anak berbaris membawa tas sekolah baru, sementara para orang tua menunggu giliran pemeriksaan kesehatan.
Di salah satu sudut sekolah, petugas kesehatan memeriksa tekanan darah warga lanjut usia. Di sudut lain, paket sembako tersusun rapi menunggu dibagikan.
Selasa (23/02/026), sekolah yang berada di Dusun Bahal-Bahal itu menjadi pusat kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan yang digelar Polres Samosir dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Bagi sebagian warga Hasinggahan, Pinal, dan Binangara, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Kehadiran layanan kesehatan gratis dan bantuan kebutuhan pokok menjadi akses pelayanan yang tidak setiap hari mereka peroleh, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan relatif jauh dari pusat pelayanan publik.
Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan memimpin langsung kegiatan yang melibatkan jajaran Polres Samosir, Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, tenaga medis, perangkat desa, serta personel Polsek Harian.
Sekitar 100 warga tercatat menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, bantuan sembako, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Di tengah meningkatnya biaya kebutuhan rumah tangga, bantuan yang dibagikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi masyarakat.
Namun bagi banyak keluarga, beras, telur, minyak goreng, hingga perlengkapan sekolah yang diterima menjadi bantuan yang terasa langsung manfaatnya.
Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling antusias. Sepatu baru, tas sekolah, buku tulis, dan alat tulis yang mereka terima bukan hanya perlengkapan belajar, tetapi juga simbol perhatian terhadap masa depan pendidikan di desa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu diawali dengan doa bersama dan sambutan dari sejumlah pihak lainnya, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dr. Dina Hutapea.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi serta berdialog langsung dengan para pejabat yang hadir.
Suasana formal perlahan mencair ketika seluruh peserta mengikuti makan siang bersama. Tidak ada sekat antara aparat, tenaga kesehatan, perangkat desa, maupun warga.
Mereka duduk dalam satu ruang yang sama, berbagi makanan dan percakapan.
Momen semacam itu sering kali menjadi bagian yang paling diingat masyarakat. Bukan karena nilai bantuan yang diterima, melainkan karena adanya ruang perjumpaan yang memperlihatkan wajah pelayanan publik yang lebih dekat dan manusiawi.
Kasi Humas Polres Samosir AKP Radiaman Simarmata mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada perayaan institusi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, pembagian sembako, bantuan perlengkapan sekolah, hingga makan bersama merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terpencil.
Di Kabupaten Samosir yang memiliki karakter geografis berbukit dan sejumlah desa yang berjauhan dari pusat pemerintahan, kegiatan jemput bola seperti ini memiliki arti tersendiri.
Kehadiran layanan kesehatan dan bantuan sosial di tengah masyarakat menjadi cara sederhana namun efektif untuk mendekatkan negara kepada warganya.
Saat kegiatan berakhir pukul 12.45 WIB, warga mulai meninggalkan halaman sekolah dengan membawa bantuan yang diterima.
Anak-anak tampak menggenggam erat tas dan buku baru mereka. "Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran institusi itu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,"ujar AKBP Rina.(Jun-tribun-medan.com).