Jude Bellingham Didukung untuk Belajar dari ‘Benturan Kepribadian’ dengan Thomas Tuchel saat Pelatih Inggris Tegaskan Siapa yang ‘Berkuasa’
Agus Firmansyah June 23, 2026 05:06 PM

Jude Bellingham mendapat dukungan untuk mengambil pelajaran dari apa yang disebut sebagai “benturan kepribadian” dengan Thomas Tuchel, sementara pelatih tim nasional Inggris menegaskan siapa yang sebenarnya memegang kendali. Gelandang Real Madrid yang dijuluki ‘Galactico’ itu dipercaya mengenakan nomor punggung 10 untuk Inggris di Piala Dunia 2026 dan memulai turnamen tersebut sebagai starter dalam laga pembuka melawan Kroasia.

Bellingham mencetak gol dalam laga pembuka Inggris melawan Kroasia

Dalam pertandingan itu, Bellingham memberikan jawaban sempurna bagi para peragu dengan performa penuh energi dan determinasi yang selama ini menjadikannya bintang global.

Kerja kerasnya berbuah hasil di awal babak kedua di Stadion AT&T, Texas, ketika akselerasi khasnya ke dalam kotak penalti diakhiri dengan tendangan keras yang menghujam gawang lawan—membawa The Three Lions kembali unggul sebelum akhirnya menang 4-2.

Bellingham tampil sesuai ekspektasi, meskipun sempat mendapat persaingan ketat dari Morgan Rogers untuk posisi starter. Pemain berusia 22 tahun itu sekali lagi menunjukkan mengapa ia sangat dihormati dan dianggap oleh banyak pihak sebagai talenta generasi emas.

Drama Inggris: Hubungan kerja antara Bellingham dan Tuchel

Ada spekulasi bahwa Tuchel tidak selalu yakin dengan pemain asal Birmingham tersebut dan beberapa tindakannya di lapangan. Namun, apakah perdebatan itu lebih menyerupai drama sinetron, di mana pelatih asal Jerman itu sengaja memainkan peran tersebut sebelum akhirnya mengambil keputusan besar yang sudah ia pikirkan sejak lama?

Saat pertanyaan itu diajukan kepada Danny Mills, mantan bek timnas Inggris yang berbicara untuk betTOM, ia mengatakan: “Saya pikir jelas ada semacam benturan kepribadian antara keduanya. Itu sudah terjadi beberapa kali.”

“Saya rasa Thomas Tuchel hanya ingin menegaskan bahwa dia adalah bosnya, dialah yang berkuasa—dan itu memang haknya. Ia berhak memilih siapa yang akan bermain dan kapan. Mungkin ini semacam peringatan bagi semua orang bahwa dia yang menentukan. Tidak peduli siapa kamu, seberapa hebat kamu, jika dia tidak memilihmu, maka kamu harus menerimanya dan belajar dengan cepat untuk beradaptasi.”

“Jelas bahwa Bellingham adalah pemain luar biasa dan masih sangat muda. Kadang kita lupa akan hal itu. Mungkin beberapa sikap atau ledakan emosi yang tidak disukai Tuchel sebelumnya sudah dibicarakan di antara mereka, dan semua pihak belajar dari situasi tersebut. Jude akan semakin matang seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Kita sering kali lupa betapa mudanya dia.”

Bellingham tampil terbaik ketika bermain dengan penuh gairah

Bellingham dikenal sebagai pemain yang membutuhkan pemicu untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Gelandang serba bisa ini sering menunjukkan performa terbaik ketika bermain dengan semangat ‘melawan dunia’.

Ketika ditanya apakah pemain yang akan bekerja sama dengan Jose Mourinho di Santiago Bernabeu musim depan itu lebih cocok dengan gaya ‘cinta keras’ dibanding pendekatan lembut, Mills menjawab: “Saya pikir itu kombinasi keduanya. Ia jelas butuh kepercayaan diri dan keyakinan bahwa dirinya penting—itu sangat berarti baginya.”

“Saya rasa dia juga butuh merasa dihargai. Namun, pada akhirnya dia harus tetap fokus dan menampilkan performa seperti di babak kedua. Kita tahu kemampuan yang ia miliki. Kita tahu dia adalah gelandang yang mampu membawa bola, membuat pergerakan ke kotak penalti, dan menyelesaikan peluang ketika mendapat kesempatan.”

“Dia hanya perlu memastikan bahwa proses belajarnya dari turnamen sebelumnya dan pengalaman bersama Inggris serta Real Madrid menjadikannya pemain tim sejati, karena di level ini hal itu sangat penting. Kamu harus menjadi pemain yang benar-benar berorientasi pada tim, karena skuad ini akan bersama-sama selama sekitar tujuh pertandingan jika semuanya berjalan sesuai rencana.”

Jadwal Inggris: Ghana jadi lawan berikutnya di Piala Dunia 2026

Bellingham tampaknya telah melakukan cukup banyak hal untuk mempertahankan tempatnya di starting XI Tuchel ketika Inggris kembali bertanding pada hari Selasa melawan Ghana di Stadion Gillette—markas tim NFL New England Patriots—di Boston.

Jika The Three Lions ingin mengakhiri penantian trofi selama 60 tahun musim panas ini, mereka membutuhkan penampilan gemilang dari para pemain kunci serta kesatuan visi antara pemain, pelatih, dan para pendukung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.