BBPOM Mataram Vaksinasi 250 Warga dalam Program Sejuta Vaksin HPV
Idham Khalid June 23, 2026 05:20 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Mataram menggelar pelayanan vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai bagian dari Program Sejuta Vaksin HPV, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Badan POM, Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2026.

Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan melalui pencegahan kanker serviks sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang berlangsung di RSI Siti Hajar Mataram mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Sebanyak sekitar 250 dosis vaksin HPV diberikan kepada warga yang memenuhi persyaratan vaksinasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripuddin, Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM di Mataram, Basuki Murdi Hartono, serta perwakilan RSI Siti Hajar Mataram, dr. Riski Aditya.

Baca juga: BPOM Mataram Temukan Boraks pada Kerupuk dan Mi Basah di Lombok

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan vaksin yang digunakan dalam program tersebut karena telah melalui proses pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Vaksin yang digunakan berasal dari pusat dan telah berada dalam sistem pengawasan Badan POM. Sebelum dapat digunakan oleh masyarakat, setiap produk farmasi harus memenuhi standar yang ditetapkan dan melalui proses pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Yogi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program vaksinasi HPV juga merupakan implementasi arahan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, yang menekankan pentingnya pengawasan obat dan makanan, termasuk vaksin, sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, setiap produk farmasi yang beredar harus terjamin keamanan, mutu, dan khasiatnya sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat secara optimal.

Vaksin Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu langkah preventif yang efektif untuk melindungi perempuan dari infeksi HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Selain memberikan perlindungan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah risiko kanker serviks.

Program pelayanan vaksin HPV akan berlanjut pada tahap ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.