Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sayembara dengan hadiah Rp250 juta yang diumumkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk menemukan TH (30), terduga pelaku dari penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, ternyata tidak serta merta membuat warga tertarik.
Sebelumnya, YTR disekap dan dianiaya selama tiga tahun oleh sang pacar, TH. YTR terakhir kali tinggal bersama TH dalam sebuah kontrakan di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban diantarkan dalam kondisi mengenaskan ke IGD RSHS Bandung. Kasus tersebut terungkap berawal dari korban yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pihak keluarga tiba-tiba menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal pada Rabu (10/6/2026) malam yang mengabarkan bahwa korban tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan dalih mengalami kecelakaan.
Di Kampung Tegalame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang merupakan kampung halaman TH, sebagian warga di sana justru mengaku khawatir jika ikut terlibat dalam pencarian pria yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut.
Baca juga: Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Rancaekek Dilabeli Psikopat, Begini Penjelasan Psikolog
Ketua RT 05/RW 07 Kampung Tegalame yang juga tetangga dari TH, Abdul Ghani Jalalludin (37) mengatakan, dirinya memilih untuk tidak ikut serta dalam kegiatan sayembara itu. Pasalnya, Ghani lebih mempertimbangkan faktor keselamatan dirinya dan keluarga.
"Saya memang denger dari warga ada sayembara, cuma saya pribadi engga mau ikutan. Takut kedepannya kenapa-kenapa, bagaimana nanti kalau dia punya dendam ke saya, terus takutnya keluarga juga kena," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Selasa (23/6/2026).
Selain itu, Ghani juga mengaku semakin khawatir setelah mendengar informasi di media sosial bahwa TH diduga membawa sejumlah senjata. Dengan adanya hal tersebut, Ghani lebih memilih tidak ikut terlibat sayembara yang digaungkan Dedi Mulyadi.
Meski enggan terlibat sayembara tersebut, Ghani menegaskan dirinya tetap akan membantu proses penegakan hukum. Salah satunya apabila memperoleh informasi yang berkaitan dengan keberadaan TH. Namun, dirinya memilih menyerahkan informasi itu kepada aparat kepolisian.
"Terus denger kabar juga dia bawa senjata tajam (sajam) dan pistol. Walaupun itu cuma kabar doang tapi itu nambah takut. Paling kalau ada info-info yang berguna buat proses penyelidikan, paling saya akan lapor ke polisi aja," katanya.
Baca juga: Korban Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Berisiko Alami Gangguan Jiwa, PTSD hingga Depresi
Diketahui, kasus tersebut menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi luka berat dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hingga kini, Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran terhadap TH dan mendalami kasus tersebut.