SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Sebanyak 49 kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) atau flu Singapura ditemukan di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).
Hal tersebut berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel.
Terkait temuan tersebut, Kadinkes Kota Lubuklinggau Marlinda Sari mengaku belum mendapat laporan terkait adanya warga Lubuklinggau terkena flu Singapura.
"Sampai saat ini belum ada ditemukan di Kota Lubuklinggau, flu Singapura," ungkapnya pada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Kasus Flu Singapura Muncul di OKI, Dinkes Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat
Namun, meski belum ada pencegahan tetap berjalan sebagai pemerintahan, pihaknya tetap melakukan kewaspadaan melakukan penjagaan di bandara.
"Itu pengamanan melalui bandara imbauan sudah kita buat, untuk domestik masih bisa kecuali terpantau kalau asing," ujarnya.
Kemudian terkait rilis Dinkes Sumsel, Dinkes Lubuklinggau belum ada laporan.
Menurutnya, bila ada temuan kasus untuk daerah akan diundang baik daring maupun luring.
"Intinya ada pertemuan," ungkapnya.
Kemudian untuk antisipasi sekarang Dinkes Kota Lubuklinggau lebih kepada meningkatkan pengawasan wisatawan yang berkunjung ke Lubuklinggau.
"Karena virus berasal dari luar, kalau kita keluar pasti terdata di bandara, kalau luar pasti terdata dari Jakarta dan biasanya line warning ke kita," ujarnya.
Marlinda pun menyebutkan ciri-ciri flu Singapura sama seperti flu biasanya, ada kena sariawan tegantung imun tubuh.
Baca juga: Ada 3 Kasus Suspek Flu Singapura di OKU Timur, 2 Diantaranya Ada di Puskesmas Bangsa Negara
"Jadi respon tubuh itu berbeda-beda, ada yang langsung sesak napas, kalau kuat hanya batuk pilek biasa" ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat seperti biasa.
"Terapkan pola hidup sehat, karena cuaca kadang panas kadang hujan seperti sekarang," ujarnya.