Kepulan Asap Penuhi Teras DPRD Sulbar Usai Massa Aksi Bakar Ban Bekas
Ilham Mulyawan June 23, 2026 07:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Massa aksi unjuk rasa Cipayung Plus se Sulawesi Barat di Kantor DPRD Sulbar, Selasa (23/6/2026) mulai membakar ban di depan lobi Gedung DPRD Sulawesi Barat.

Akibatnya, kepulan asap hitam dari ban yang dibakar masuk dan memenuhi area teras depan pintu masuk loby gedung DPRD Sulbar.

Baca juga: Anggota Dewan Minta 5 PKS di Mamuju Tengah Sesuaikan Harga untuk Urai Antrean Truk Sawit

Baca juga: Aksi Saling Dorong Massa dan Polisi Warnai Demonstrasi di Gedung DPRD Sulbar

Pantauan di lokasi, sejumlah personel kepolisian yang berjaga di pintu masuk.

Mereka terlihat menutup hidung dan mulut menggunakan masker, untuk menghindari asap pekat yang juga berbau tajam itu. 

Tidak hanya memenuhi lobi gedung, asap juga meninggalkan bekas di bagian plafon lobi DPRD Sulbar.

Warna plafon yang sebelumnya putih terlihat menghitam akibat paparan asap selama aksi berlangsung.

Diketahui, Cipayung Plus Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa sejumlah tuntutan, mulai dari isu nasional hingga persoalan daerah, termasuk penolakan tambang LTJ di Mamuju, evaluasi kebijakan pemerintah, serta tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Sebelum bakar ban terjadi, sempat terjadi sksi saling dorong dengan personel kepolisian.

SALING DORONG - Aksi saling dorong dengan personel kepolisian, warnai unjuk rasa massa tergabung Cipayung Plus Sulawesi Barat, depan gedung DPRD Sulawesi Barat, jl Abdul Malik Pattana Endang, Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat pada Selasa (23/6/2026).
SALING DORONG - Aksi saling dorong dengan personel kepolisian, warnai unjuk rasa massa tergabung Cipayung Plus Sulawesi Barat, depan gedung DPRD Sulawesi Barat, jl Abdul Malik Pattana Endang, Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat pada Selasa (23/6/2026). (Tribun-Sulbar.com/Baiq Sukma Widiawati)

Massa awalnya tertahan di gerbang masuk Gedung DPRD Sulbar, dengan apparat kepolisian berjaga di dalam.

Awalnya unjuk rasa berlangsung tenang, namun kemudian massa mulai merangsek masuk hingga di depan lobi Gedung DPRD.

Sehingga aksi saling dorong antara massa dan polisi tak terhindarkan.

Polisi mencoba menghalau massa agar tidak masuk ke lobi DPRD. Dorong mendorong tak berlangsung lama, sebelum situasi kondusif kembali.

Dalam tuntuannya, massa mendesak agar pemerintah mengevaluasi koperasi merah putih yang dianggap hambur-hamburkan uang, perkuat nilai rupiah hingga turunkan Harga BBM.

Selain itu mereka juga mendesak pemerintah provinsi Sulawesi Barat agar tidak meneruskan rencana eksploitasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Mamuju. 

Kerumunan massa hadir dengan beragam bendera organisasi, mulai HMI, GMNI, PMII, IMM, KAMMI, GMKI hingga LMND. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.