Bikin Bank Sampah Lansia Inovatif, Jadi Unggulan Alalak Selatan di Lomba Kelurahan se-Kalsel
Irfani Rahman June 23, 2026 07:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Sampah Lansia di Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin diinovasikan tak lagi sekadar menjadi tempat menabung sampah. 

Program yang digerakkan para lanjut usia itu kini menjadi salah satu inovasi unggulan, dan mengantarkan Kelurahan Alalak Selatan masuk tiga besar Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026.

Inovasi tersebut menjadi salah satu fokus penilaian saat tim verifikasi lapangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel mendatangi Kelurahan Alalak Selatan, Selasa (23/6/2026).

Kala itu, tim memastikan berbagai inovasi yang dipaparkan sebelumnya benar-benar berjalan di tengah masyarakat.

Baca juga: Lowongan Kerja PT Adaro Energy Terbaru, Penempatan Tanjung dan Banjarmasin, Cek Syarat Kualifikasi

Baca juga: Jaksa Tahan Mantan Bendahara Desa Lok Bangkai HSU, Korupsi  Pengelolaan Anggaran Desa

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Kalsel, Wahyu Widyo Nugroho, menjelaskan verifikasi lapangan merupakan tahapan akhir setelah seleksi administrasi dan pemaparan.

"Yang kami lihat bukan hanya administrasi, tetapi implementasi inovasi di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bank Sampah Lansia karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.

Menurut Wahyu, penilaian lomba meliputi tiga dimensi utama, yakni pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan, ditambah aspek inovasi yang dikembangkan masing-masing kelurahan.

Selain Bank Sampah Lansia, tim juga meninjau pelayanan publik berbasis WhatsApp serta sejumlah program pembinaan kemasyarakatan yang dijalankan Kelurahan Alalak Selatan.

Usai proses verifikasi, seluruh nilai akan direkap untuk menentukan juara pertama hingga ketiga. 

Kelurahan terbaik nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalsel dan berhak mewakili provinsi ke tingkat nasional dengan skala persaingan regional.

Direktur Bank Sampah Lansia Kelurahan Alalak Selatan, Marhamah, menceritakan program tersebut baru berdiri pada September 2024. 

Awalnya bank sampah hanya diikuti sekitar 15 lansia yang rutin mengikuti Posyandu Lansia Sehat Senyum Ceria.

Melihat para lansia langsung pulang setelah pemeriksaan kesehatan, muncul gagasan agar mereka membawa sampah anorganik yang dapat ditabung dan bernilai ekonomis.

"Awalnya hanya belasan orang. Sekarang nasabahnya sudah lebih dari 100 orang. Tidak hanya lansia, tetapi juga warga sekitar hingga ASN ikut menabung sampah," katanya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi. Marhamah menyebut lingkungan yang semula dipenuhi sampah kini jauh lebih bersih. 

Cakupan pelayanan yang semula hanya beberapa RT kini telah berkembang hingga menjangkau tujuh RT.

Bagi sebagian lansia, hasil tabungan sampah bahkan menjadi tambahan penghasilan. 

Seluruh hasil penjualan dicatat sebagai tabungan dan biasanya dicairkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Meski demikian, edukasi masih menjadi tantangan. Pengelola terus mengajarkan nasabah memilah dan membersihkan sampah agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Lurah Alalak Selatan Muhammad Liqa Syuhada mengatakan pihaknya memiliki 12 inovasi pelayanan yang sebagian besar berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. 

Namun, Bank Sampah Lansia menjadi salah satu inovasi yang paling menonjol karena memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

"Harapan kami tentu bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membawa Alalak Selatan menjadi juara pertama tingkat provinsi sehingga dapat mewakili Kalsel di tingkat nasional," harapnya.

Sementara itu, Camat Banjarmasin Utara, Norrahmawati menjelaskan Bank Sampah Lansia itu memicu antusiasme tinggi karena menawarkan timbal balik yang menguntungkan bagi para lansia. 

Tidak hanya lingkungan menjadi bersih, para lansia juga mendapatkan keuntungan yang langsung dirasakan manfaatnya.

"​Program ini awalnya dirancang untuk digabungkan dengan kegiatan Posyandu Lansia dan Posyandu Balita agar semuanya tetap bergerak aktif," ujarnya.

Secara berkala, setiap hari Kamis para lansia datang berbondong-bondong untuk menyetorkan sampah kering yang sudah mereka pilah.

Sistem bagi hasil dari Bank Sampah Lansia ini turut didukung oleh berbagai pihak lewat skema kemitraan. Saat momen pembagian tabungan tiba, para lansia dipastikan tidak pulang dengan tangan kosong.

​"Ada yang nilai tabungan sampahnya cuma Rp50.000 setahun. Sedikit, tapi pas pembagian tabungan, mereka tetap bisa membawa pulang paket sembako lengkap," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.