Pidato Berapi-api Presiden Prabowo di Munas dan Konbes NU Bangkalan: Bersihkan Korupsi!
Cak Sur June 23, 2026 08:04 PM

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato berapi-api mengenai komitmen penyelamatan sumber daya alam nasional.

Di hadapan ribuan jemaah, kepala negara mengungkapkan bahwa pemerintah telah merebut kembali lebih dari 5 juta hektare lahan kelapa sawit ilegal yang berada di kawasan hutan lindung.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Institut Agama Islam (IAI) Syaikhona Kholil, Desa Martajasah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (23/6/2026).

"(Ada yang) membuat kebun di hutan lindung yang memalsukan laporan. Kami telah menutup ratusan tambang tanpa izin, jadi dianggap seolah-olah tidak ada negara. Bahkan ada satu tambang yang telah dijalankan 8 tahun tanpa izin, dia tenang saja," tegas Presiden Prabowo dengan nada tinggi.

Perang Melawan Penyelundupan Kekayaan Alam

Presiden menjelaskan bahwa potensi kerugian negara akibat penjarahan sumber daya alam sangat masif. Eksploitasi ilegal ini mencakup komoditas bernilai tinggi seperti emas, perak, dan logam mulia lainnya yang menghasilkan ratusan miliar rupiah setiap bulannya.

Meski pengawasan ketat telah dilakukan, Prabowo mengakui bahwa praktik penyelundupan masih terus terjadi di berbagai wilayah perbatasan.

"Padahal sudah kita kerahkan Angkatan Laut, sudah kita kerahkan bea cukai, sudah kita serahkan prajurit tetapi masih saja. Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan, negara kita besar, negara kita luas dan negara kita sangat kaya," papar Prabowo.

Kunci Utama: Pemerintahan Bersih Tanpa Korupsi

Menghadapi tantangan berat tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci utama penyelamatan bangsa ada pada integritas jajaran birokrasi. Ia berkomitmen penuh untuk membersihkan pemerintahan dari segala bentuk praktik korupsi.

  • Penegakan Hukum Tegas: Menutup total semua celah tambang dan perkebunan ilegal.
  • Reformasi Birokrasi: Memastikan aparat penegak hukum tidak bermain mata dengan penyelundup.
  • Kesejahteraan Rakyat: Mengembalikan seluruh hasil bumi untuk kemakmuran masyarakat lokal.

"Saya mengerti ini tidak ringan tetapi apa boleh buat, apa pun harus kita kerjakan agar supaya negara kita selamat. Tidak ada negara yang bisa selamat kalau resources-nya atau sumber daya alamnya diambil terus dan rakyatnya banyak yang miskin," pungkas Prabowo.

Kehadiran Tokoh Penting di Bangkalan

Kedatangan Presiden Prabowo di lokasi Munas-Konbes NU sekitar pukul 13.45 WIB disambut antusias oleh warga setempat. Dengan mengendarai kendaraan taktis Maung, ia melambaikan tangan melalui sunroof kepada masyarakat yang memadati area luar aula.

Dalam agenda penting ini, sejumlah pejabat tinggi turut mendampingi Presiden, di antaranya:

  • Seskab Teddy Indra Wijaya
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
  • Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Di lokasi acara, rombongan kepresidenan disambut langsung oleh jajaran elit PBNU, termasuk Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial KH Saifullah Yusuf, serta Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.