OPMS Pasang Strategi Baru, Madura dan Surabaya Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan Bisnis 
Wiwit Purwanto June 23, 2026 08:04 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tetap optimistis menatap tahun 2026 dengan menyiapkan berbagai strategi ekspansi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Di tengah persaingan industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang semakin ketat, perseroan memilih memperkuat jalur distribusi dan memperluas jangkauan pasar sebagai langkah utama meningkatkan kinerja.

Strategi tersebut dilakukan untuk menangkap peluang yang masih terbuka lebar di sektor FMCG, khususnya produk makanan, minuman, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dengan perubahan pola konsumsi dan meningkatnya persaingan antar merek maupun distributor, perusahaan menilai kecepatan distribusi serta kedekatan dengan pelanggan menjadi faktor penting dalam memenangkan pasar.

Perluas Distribusi dari Madura hingga Surabaya

Direktur Utama PT OPMS, Meilyna Widjaja, mengatakan perluasan jalur distribusi menjadi bagian dari strategi perseroan agar semakin kompetitif di masa mendatang. Menurutnya, persaingan produk FMCG terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Pasar Furnitur Global Terus Tumbuh, Indonesia Punya Peluang Besar Kuasai Ekspor

“Saat ini Perseroan memang fokus menggarap market FMCG di wilayah Madura. Namun demikian kami juga intensif melayani kebutuhan pelanggan di wilayah Surabaya. Karena demand disana juga cukup besar dan terus berkembang,” kata Meilyna, Minggu (21/6/2026).

Dengan perluasan area distribusi tersebut, OPMS optimistis mampu meningkatkan kinerja sepanjang 2026. Perseroan juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis, salah satunya dengan menambah tim sales yang difokuskan untuk menjangkau pelanggan baru di berbagai kabupaten di wilayah Madura.

Selain memperkuat jaringan pemasaran, perusahaan turut mempersiapkan berbagai aspek operasional guna mendukung implementasi penjualan digital secara optimal. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap layanan yang lebih cepat dan efisien.

Perseroan juga berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai prinsipal terkemuka guna memperkaya portofolio produk sekaligus meningkatkan daya saing. Upaya itu dilakukan melalui partisipasi aktif dalam berbagai expo dan pameran industri FMCG.

Hadapi Tantangan Daya Beli dan Tekanan Margin

Meilyna menjelaskan, perusahaan terus melakukan evaluasi berkala untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan tren pasar dan kebutuhan konsumen yang dinamis.

Baca juga: Peluang Emas UMKM Bangkalan, Dapat Kredit Tanpa Bunga, Bisnis Bisa Melejit Cepat

“Kami juga terus mengevaluasi secara berkala karena preferensi dan kebutuhan konsumen terus berubah seiring perkembangan tren pasar diantaranya dengan kunjungan rutin ke customer dan berinteraksi dengan para pelanggan. Hal ini untuk memastikan target strategis tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.

Menurutnya, tantangan industri FMCG saat ini tidak hanya berasal dari ketatnya persaingan antar distributor dan merek, tetapi juga tekanan terhadap harga jual dan margin usaha. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing.

Selain itu, fluktuasi daya beli masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di sektor FMCG.

“Kondisi ini mengharuskan perusahaan lebih selektif dalam menentukan strategi penjualan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Meilyna.

Sementara itu, Direktur PT OPMS Rubbyanto Ping Hauw tetap optimistis prospek bisnis FMCG ke depan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan.

"Karena peluang marketnya juga cukup besar terutama untuk produk makanan dan minuman serta kebutuhan sehari-hari masyarakat,” pungkas Rubbyanto.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.