SURYA.CO.ID - Kehadiran Lionel Messi di Amerika Serikat bukan sekadar transfer pemain biasa.
Sejak bergabung dengan Inter Miami pada penghujung musim 2023, pemain asal Argentina ini telah mengubah peta sepak bola di Negeri Paman Sam.
Namun, di balik dampak instan yang ia berikan, muncul pertanyaan besar, berapa sebenarnya gaji Messi di Inter Miami?
Daya tarik "La Pulga" memang tidak murah. Inter Miami dan Major League Soccer (MLS) harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan sang juara dunia tersebut.
Berikut adalah rincian detail mengenai pendapatan Messi dan perbandingannya yang mengejutkan.
Berdasarkan laporan terbaru dari The Athletic, Lionel Messi menerima bayaran sebesar $28,3 juta per tahun, atau setara dengan Rp495 miliar.
Angka ini sangat mencolok mengingat MLS merupakan liga yang menerapkan sistem pembatasan gaji (salary cap) yang cukup ketat bagi para pemainnya.
Besaran gaji Messi menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di liga, unggul jauh dari para pesaingnya.
Sebagai perbandingan, pemain dengan bayaran termahal kedua di MLS saat ini adalah eks bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min.
Pemain yang membela LAFC tersebut mengantongi gaji sebesar $11,2 juta (sekitar Rp196 miliar), masih kalah lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatan Messi.
Hal yang paling mencengangkan dari data keuangan ini adalah perbandingannya dengan total anggaran klub.
Gaji tahunan Lionel Messi seorang diri ternyata lebih besar daripada total anggaran gaji 28 tim MLS lainnya.
Artinya, tagihan gaji untuk seluruh skuad di hampir setiap klub MLS masih berada di bawah angka yang diterima Messi sendirian.
Sejauh ini, hanya ada dua klub yang total pengeluaran gajinya melampaui pendapatan Messi, yaitu:
Inter Miami (klub Messi sendiri).
LAFC, yang mencatatkan total tagihan gaji tim sebesar $32,64 juta (Rp571 miliar).
Meski nominalnya terlihat tidak masuk akal bagi standar sepak bola Amerika, manajemen Inter Miami dan otoritas MLS menilai investasi ini sangat sepadan.
Messi telah menjadi magnet raksasa yang mendongkrak popularitas sepak bola di Amerika Serikat.
Pelatih sementara Inter Miami, Guillermo Hoyos, menekankan betapa pentingnya kehadiran Messi bagi komunitas sepak bola di sana.
"Kita semua harus menjaganya dengan lebih baik lagi, karena hanya ada satu Messi di dunia ini. Dia benar-benar menarik banyak penonton untuk datang ke stadion," ujar Hoyos.
Kehadiran Messi terbukti meningkatkan:
Jumlah Penonton: Stadion selalu penuh setiap kali Messi dijadwalkan bermain.
Hak Siar: Peningkatan signifikan pada langganan platform streaming yang menyiarkan MLS.
Eksposur Global: MLS kini menjadi sorotan mata dunia, bukan lagi sekadar liga sekunder.
Walaupun sudah memasuki tahap akhir kariernya, Messi mengaku sedang berada dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental. Ia merasa kembali menemukan kegembiraan bermain sepak bola di Miami.
"Saya merasa sangat bugar dan kembali menikmati sepak bola. Terkadang orang mengharapkan saya melambat karena faktor usia, tapi jujur saya merasa sangat baik dan merawat diri lebih dari sebelumnya," ungkap Messi kepada pihak MLS.