SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Warga di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong dan Dusun Pologunting, Desa Gempolsari di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), melaporkan adanya rembesan air yang kian membesar di titik 68 tanggul Lumpur Lapindo.
Fenomena yang berlangsung selama dua pekan terakhir ini, memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi tanggul ambrol.
Matraji, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa rembesan yang awalnya hanya membuat permukaan tanah basah, kini telah berubah menjadi aliran air yang cukup deras menuju sungai kecil di bawah tanggul.
"Awalnya hanya terlihat basah. Tapi semakin hari semakin parah sehingga terlihat airnya mengalir dari titik rembesan itu," ungkap Matraji, Selasa (23/6/2026).
Menanggapi laporan warga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Nalfian, memastikan kondisi tanggul di titik 68 masih dalam keadaan aman.
Menurutnya, rembesan tersebut terjadi karena adanya penyumbatan pada sistem drainase atau saluran pengarah rembesan yang telah dipasang sebelumnya.
"Saat kami cek sepertinya mengalami penyumbatan, hingga air tidak bisa mengalir melalui jalur yang sudah disiapkan," ujar Nalfian, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa secara teknis, air mencari jalur keluar lain ketika sistem utama seperti V-Notch dan box culvert tersumbat.
Namun, ia menegaskan bahwa debit air yang keluar dari rembesan tersebut masih relatif sama dengan debit terukur yang ada dalam sistem pengendalian, sehingga tidak mengancam stabilitas struktur tanggul.
Untuk menangani kondisi tersebut, pihak Kementerian PU telah menyiapkan beberapa langkah perbaikan sebagai berikut:
Sementara perbaikan dilakukan, air rembesan diarahkan ke parit sekitar agar tidak menyebar ke pemukiman warga.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau titik-titik krusial, guna menjaga keamanan kolam penampungan lumpur.
Secara keseluruhan, Kementerian PU menegaskan bahwa meski terjadi rembesan, sistem pengendalian tetap bekerja sesuai prosedur dan ancaman terhadap stabilitas tanggul tetap terkendali melalui pemeliharaan rutin.