Belum lama ini situs TasteAtlas membagikan daftar makanan terburuk di dunia tahun 2026. Mengejutkannya, makanan khas Sulawesi Utara, Paniki masuk ke peringkat 24!
Selain makanan terbaik di dunia, situs TasteAtlas juga kerap membagikan daftar makanan terburuk di dunia. Tahun ini situs ensiklopedia kuliner global tersebut telah membagikan daftar makanan terburuk 2026.
Peringkat makanan TasteAtlas ini didasari oleh penilaian audiens yang dikumpulkan oleh situs tersebut dengan serangkaian mekanisme yang mengabaikan penilaian bot, nasionalis, atau partiotik lokal. Tercatat hingga 16 Juni 2026, masuk 777.514 penilaian, di mana 504.634 diakui oleh sistem sebagai penilaian sah.
Dalam daftar tersebut hadir berbagai macam makanan dari seluruh dunia. Salah satunya adalah paniki, makanan khas Sulawesi Utara yang menduduki peringkat ke 24.
TasteAtlas mendeskripsikan paniki sebagai makanan khas Minahasa yang menggunakan kelelawar sebagai bahan utama. Hidangan ini memang dianggap sebagai makanan ekstrem, tetapi bagi konsumsi daging kelelawar sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Minahasa.
Paniki merupakan makanan khas Minahasa yang diolah dari kelelawar. Foto: Wikipedia
|
Paniki juga telah menjadi bagian warisan kuliner Manado selama berabad-abad. Kehadirannya tidak hanya menjadi sebuah hidangan lokal, tetapi mencerminkan warisan budaya dan tradisi kuliner khas.
Paniki dipercayai punya cita rasa yang unik karena dibuat menggunakan rempah-rempah khas Sulawesi Utara. Proses pengolahannya biasa dimulai dengan cara memanggang kelelawar untuk menghilangkan semua bulu.
Kelelawar lalu dibersihkan, ususnya dikeluarkan, dan dipotong menjadi bagian kecil, lalu direbus dalam air. Hidangan ini kemudian disempurnakan dengan tambahan bawang goreng, bawang putih, jahe, daun bawang, daun kari, serai, serta santan.
Bahan utama makanan ini memang tergolong ekstrem. Foto: Taste Atlas
|
Setelah selesai dimasak, paniki akan mengeluarkan aroma yang kuat dengan cita rasa pedas gurih khas masakan Manado. Paniki pun biasa dinikmati bersama nasi putih.
Bahan utama dari hewan ekstrem dan kontroversial ini yang tampaknya membuat paniki masuk ke dalam daftar makanan terburuk di dunia 2026. Di situs TasteAtlas, paniki mendapat rating bintang 2.2.
Meskipun dianggap sebagai makanan tidak biasa, dilansir dari Indonesia Kaya (23/6), sebagian orang meyakini daging kelelawar memiliki sejumlah manfaat dan nilai gizi tinggi. Salah satu kandungan manfaatnya yaitu ampuh mengurangi dan mengobati masalah kulit akibat alergi.
Selain menyembuhkan gatal atau penyakit kulit, daging kelelawar juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit asma dan sesak napas karena kandungan senyawa kitotefin yang mirip seperti obat asma.







