Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sebanyak 108 warga Ciamis berhasil mendapatkan layanan operasi katarak gratis yang digelar RSUD Ciamis dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Selasa (23/6/2026).
Program yang menyasar masyarakat kurang mampu, khususnya yang belum tercover BPJS Kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yang sejalan dengan tema Hari Jadi Ciamis tahun ini, yakni Guyub Ngawangun Galuh.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, mengatakan kegiatan operasi katarak gratis merupakan momentum khusus dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang melibatkan berbagai pihak.
"Alhamdulillah sesuai dengan temanya, Guyub Ngawangun Galuh, dari semua sektor kita berkolaborasi. Melalui penjaringan yang sudah dilaksanakan, masyarakat tidak mampu yang belum tercover BPJS bisa kita fasilitasi untuk mendapatkan layanan operasi katarak," ujar Bayu kepada wartawan.
Ia menjelaskan, dari hasil skrining yang dilakukan sebelumnya, tidak seluruh peserta dapat langsung menjalani operasi karena sebagian masih memerlukan penanganan lanjutan atau diketahui menderita gangguan mata selain katarak.
"Dari hasil skrining ada beberapa kasus yang belum memenuhi syarat untuk operasi saat ini. Ada yang ditunda karena kondisi kesehatannya, ada juga yang ternyata bukan katarak tetapi penyakit mata lainnya. Yang berhasil kita operasikan sekitar 108 orang," katanya.
Baca juga: 1.486 Petugas Turun ke Lapangan, Sensus Ekonomi 2026 di Ciamis Targetkan 150 Ribu Usaha
Menurut Bayu, mayoritas pasien yang menjalani operasi merupakan kelompok usia lanjut.
Hal tersebut sejalan dengan karakteristik penyakit katarak yang umumnya muncul akibat proses degeneratif.
"Kebanyakan pasien berusia di atas 50 sampai 60 tahun. Katarak memang termasuk penyakit degeneratif yang banyak dialami kelompok usia lanjut," jelasnya.
Ia menilai operasi katarak menjadi salah satu layanan kesehatan yang memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat karena mampu mengembalikan fungsi penglihatan secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
"Kenapa operasi katarak menjadi prioritas, karena dampaknya sangat terasa. Daya penglihatan yang tadinya terganggu bisa kembali membaik sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup pasien. Dalam waktu singkat bisa memberikan perubahan yang sangat signifikan," ungkapnya.
Selain operasi katarak, RSUD Ciamis juga terlibat dalam berbagai kegiatan kesehatan selama rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, mulai dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), cek kesehatan gratis, donor darah, khitanan massal, hingga pelayanan kesehatan pada berbagai kegiatan masyarakat.
"RSUD tidak bekerja sendiri. Kami berkolaborasi dengan banyak pihak. Bahkan untuk operasi katarak ini sebelumnya sudah dilaksanakan pada 11 Juni dan sekarang dilanjutkan lagi. Ini bentuk gotong royong semua pihak untuk membantu masyarakat," katanya.
Bayu menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Sosial, organisasi profesi kesehatan, Baznas Ciamis, Dharma Wanita Persatuan, hingga para dokter spesialis mata di Kabupaten Ciamis.
Dalam pelaksanaan operasi, RSUD Ciamis bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Barat.
Terdapat tiga dokter spesialis mata dari Ciamis dan delapan dokter dari Perdami Jawa Barat yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
"Kami juga berkolaborasi dengan dokter spesialis mata di Kabupaten Ciamis dan Perdami Jawa Barat. Total ada tiga dokter dari Ciamis dan delapan dokter dari Perdami yang membantu pelaksanaan operasi," ujarnya.
Bayu menambahkan, masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti program operasi katarak gratis diharapkan tidak menunda pengobatan.
Menurutnya, layanan operasi katarak juga dapat diperoleh melalui skema BPJS Kesehatan.
"Kami menyarankan masyarakat tidak menunggu program gratis berikutnya. Kalau sudah menjadi peserta BPJS, layanan operasi katarak juga bisa didapatkan tanpa biaya. Saat ini teknologinya sudah cukup modern sehingga tingkat keberhasilan tinggi dan proses pemulihannya relatif cepat," katanya.
Ia menjelaskan, metode operasi yang digunakan saat ini memungkinkan pasien merasakan perbaikan penglihatan dalam waktu singkat setelah tindakan dilakukan.
"Tindakan operasi katarak ini memberikan perubahan yang sangat signifikan. Yang sebelumnya penglihatannya terganggu, insyaallah setelah operasi akan jauh lebih baik. Memang nanti ada penyesuaian, termasuk penggunaan kacamata pada beberapa pasien, tetapi secara umum hasilnya sangat membantu kualitas hidup mereka," pungkasnya.
Salah seorang penerima manfaat operasi katarak gratis, Tarno (52), warga Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, mengaku sangat terbantu dengan program yang digelar RSUD Ciamis tersebut.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet itu mengaku telah mengalami gangguan penglihatan akibat katarak selama kurang lebih empat tahun.
"Kurang lebih sudah empat tahunan. Awalnya sering kena keringat waktu kerja, lama-lama penglihatan jadi terganggu," ujar Tarno.
Ia mengaku proses pendaftaran untuk mengikuti operasi katarak gratis berlangsung mudah.
Cukup mendaftar melalui puskesmas setempat, dirinya langsung mendapatkan informasi dan pendampingan untuk mengikuti program tersebut.
"Mudah sih, gampang. Daftar ke puskesmas, terus langsung diproses," katanya.
Tarno juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada RSUD Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
"Terima kasih banget. Mudah-mudahan semuanya lancar dan terus bisa membantu orang-orang yang tidak mampu seperti saya," ucapnya.
Pada momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Tarno turut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis.
"Mudah-mudahan Bupati Kabupaten Ciamis sukses terus, lancar terus. Saya sangat mendukung sebagai rakyatnya," tuturnya.
Selain mendapatkan fasilitas operasi katarak gratis, para pasien juga mendapatkan bantuan paket sembako dari Baznas Kabupaten Ciamis dan makanan berat yang dibagikan sebelum pulang.(*)