BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Suasana terasa syahdu dan sejuk di Masjid Al Istiqamah Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (23/6/2026) siang.
Meski tak ada gemuruh tepuk tangan atau sorak-sorai penonton, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema khidmat dari para peserta cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Tilawah Tuna Netra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Satu per satu peserta memasuki arena lomba dengan didampingi pendamping masing-masing. Mereka dipandu menuju mimbar yang telah disiapkan sebelum tampil membacakan ayat Al-Qur’an pilihan dewan hakim.
Begitu bel pertama dibunyikan, peserta mulai melantunkan ayat suci dengan penuh penghayatan. Suasana masjid seketika hening. 12 orang dewan hakim dan dewan juri menyimak dengan seksama setiap bacaan, mulai dari ketepatan tajwid, fashahah, lagu hingga kualitas suara peserta.
Sebanyak 15 kafilah dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan mengikuti babak penyisihan cabang tersebut.
Baca juga: Pimpinan dan Anggota DPRD Batola Hadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXVII
Ketua Dewan Hakim cabang Tilawah Tuna Netra, H Muhammad Yusuf, mengatakan persaingan pada tahun ini berlangsung cukup ketat meskipun jumlah peserta tidak sebanyak cabang lainnya.
“Peserta Alhamdulillah cukup ketat. Walaupun untuk kuantitas atau jumlah pesertanya masih terbatas, tetapi secara kualitas berimbang,” ujarnya.
Menurutnya, penilaian pada cabang Tilawah Tuna Netra tidak berbeda jauh dengan cabang tilawah lainnya.
“Teknis penilaiannya meliputi tajwid, fashahah, lagu dan suara. Itu yang menjadi komponen penilaian dewan hakim,” katanya.
Ia menilai para peserta memiliki kemampuan yang relatif merata sehingga diperlukan latihan yang lebih intensif agar kualitas masing-masing peserta semakin terlihat.
Muhammad Yusuf juga menyoroti masih adanya peserta yang belum sepenuhnya memahami penggunaan kode bel sesuai Pedoman Dewan Hakim MTQ 2025.
Menurutnya, bel pertama menandakan peserta mulai membaca, bel kedua sebagai tanda bersiap mengakhiri bacaan, dan bel ketiga sebagai tanda bacaan harus dihentikan.
“Tadi ada peserta yang ketika bel kedua berbunyi justru langsung mengakhiri bacaannya. Mungkin ini masih baru bagi mereka sehingga perlu menjadi perhatian ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa cabang MTQ tidak melalui babak final sehingga hasil penilaian akan langsung diumumkan pada malam penutupan MTQ Provinsi Kalsel 2026 yang dijadwalkan berlangsung Kamis (25/6/2026) mendatang.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)