TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Satu per satu hewan penular rabies (HPR) kucing dan anjing disisir petugas Medikvet Kecamatan Negara di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Jembrana, Selasa 23 Juni 2026.
Adalah vaksinasi rabies emergency yang dilaksanakan petugas pasca salah satu ekor HPR yakni anjing warga dinyatakan positif rabies usai menyerang warga sekitar.
Menurut data yang berhasil diperoleh, total HPR yang berhasil diberikan pada vaksinasi emergency ini sebanyak 50 ekor.
Rinciannya 30 ekor kucing dan 20 ekor anjing. Jumlah tersebut diperoleh usai petugas medikvet menyisir radius sekitar 3 kilometer dari lokasi gigitan dan hewan ditemukan mati.
Baca juga: Anjing Serang Warga Tegalbadeng Timur Positif Rabies, Sempat Serang Anak 4 dan 5 Tahun
Sementara itu, di Kecamatan Negara sendiri tercatat ada sekitar 8.188 ekor hewan penular rabies.
Dari jumlah tersebut, tercatat sudah ada 12 kasus positif rabies pada anjing dalam periode Januari-Juni 2026 ini.
Rinciannya di Desa Banyubiru 5 kasus, Desa Baluk dan Desa Berangbang masing-masing 2 kasus. Sementara di Kelurahan Loloan Barat, Kelurahan Banjar Tengah serta Desa Tegalbadeng Timur masing-masing 1 kasus.
"Kami menindaklanjuti kasus positif rabies pada hewan yang terjadi di wilayah ini dengan vaksinasi emergency," kata Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh Ni Nyoman Citra Susilawati saat dikonfirmasi usai kegiatan, Selasa 23 Juni 2026.
Baca juga: Lima Orang Warga Sempat Diserang Anjing Rabies, Jembrana Catat 33 Kasus Positif pada Hewan
Citra menuturkan, laporan awal kasus gigitan HPR di Banjar Tangi tersebut diterima petugas pada Minggu 15 Juni 2026 lalu.
Setelah itu, petugas langsung melakukan tindaklanjut dengan datang ke lokasi serta mengambil sampel otak anjing untuk diuji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasilnya kemudian dinyatakan positif rabies 21 Juni 2026 kemarin.
"Kita menyisir radius tiga kilometer di sekitar lokasi gigitan HPR tersebut. Total ada 30 ekor kucing dan 20 ekor anjing yang diberikan vaksinasi," sebutnya.
Disinggung mengenai apakah ada tambahan laporan warga diserang anjing saat penyisiran HPR? Citra mengakui dalam perjalanan vaksinasi rabies tersebut memang ada sejumlah warga yang mengakui sempat diserang anjing tersebut.
"Untuk penanganan di manusia ditindaklanjuti oleh tim dari Faskes.
Selanjutnya, kata dia, pihaknya bakal terus melanjutkan proses vaksinasi rabies sesuai hasil koordinasi dengan tim siaga rabies (Tisira) di Desa Tegalbadeng Timur.
"Kami imbau agar masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk menjaga hewannya tetap sehat dan dijaga dengan baik agar terhindar dari virus memastikan tersebut. Kemudian jika ada pelaksanaan vaksinasi rabies tolong dibantu untuk menyukseskannya," tandasnya. (*)