Momen Jenal Mutaqin Temui Mahasiswa Pendemo di Kota Bogor, Massa Desak Akses ke Gerbang Istana Bogor
Tsaniyah Faidah June 23, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin temui para mahasiswa BEM se-Bogor yang menggelar demo di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Selasa (23/7/2026) sore.

Dalam momen itu hadir pula Kapolresta Bogor Kota dan juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

Para mahasiswa ini ingin menggelar demo di depan gerbang Istana Bogor untuk menyampaikan tuntutanya.

Namun ditahan oleh barisan aparat di Jalan Jenderal Sudirman.

Meski begitu situasi terpantau kondusif, meski di awal unjuk rasa para pendemo sempat adu dorong dengan para aparat keamanan.

Jenal dan Kapolresta meminta kepada mahasiswa soal kondusifitas dan keamanan aksi.

"Insyaallah kita komitmen, Pak. Kita komitmen untuk menjaga keamanan. Kalau bisa, Pak, kita di depan gerbang (Istana Bogor)," ucap perwakilan mahasiswa di hadapan Jenal Mutaqin.

"Kita hari ini membawa aspirasi dari hasil daripada observasi daripada masyarakat, Pak. Kita punya janji kepada masyarakat untuk menyampaikan isu ini kepada pusat langsung," sambung mahasiswa.

Namun Jenal Mutaqin menyampaikan, bahwa pada intinya tuntutan mahasiswa bisa disampaikan melalui DPRD ke DPR RI.

"Kalau saya berpendapat, baik (demo) di sini atau di sana, substansi yang paling penting adalah DPRD berkomitmen menyampaikan ke DPR RI, dikawal oleh teman-teman mahasiswa," kata Jenal Mutaqin di depan massa mahasiswa.

​"Seperti halnya dulu, waktu BEM se-Bogor Raya dulu tahun 2019, saya menyampaikan langsung, waktu saya di DPRD. Kalau sekarang ada wakil ketua DPRD, biar mereka langsung meneruskan aspirasi teman-teman ke DPR RI melalui surat resmi dari Ketua DPRD," katanya.

Para mahasiswa ini juga mengaku memahami kapasitas soal tuntutan mereka diantaranya soal Makan Bergizi Gratis (MBG), konflik agraria dan yang lainnya adalah kapasitas pusat.

Namun mereka berharap pernyataan sikap dari daerah soal tuntutan mereka.

"Hari ini bagaimana caranya eksekutif di daerah dan juga legislatif di daerah mampu menyatakan sikap bahwa menolak dan juga menyepakati tuntutan-tuntutan yang hari ini kita sampaikan. Karena kan bukan kapasitas pemerintah daerah untuk merealisasikan tuntutan-tuntutan kita, tapi ini kapasitas eksekutif nasional. Tapi kita ingin hari ini kita sama-sama, eksekutif daerah, legislatif daerah berada pada koridor rakyat. Ini komitmen kita," ucap perwakilan mahasiswa.

Para mahasiswa juga terus meminta agar mereka diizinkan maju ke gerbang Istana Bogor.

"Saya berpendapat, mohon hargai porsi SOP yang sudah dijalankan oleh TNI dan Polri. Izin, mohon izin, hampura (maaf), bukan saya membela teman-teman, tapi mereka punya tugas yang harus mengamankan situasi. Nggak mau mereka juga ditegur oleh pimpinan," kata Jenal.

Pembicaraan di lokasi unjuk rasa itu terus berlangsung sampai beberapa menit, sampai kemudian pata mahasiswa melanjutkan orasinya.

Awalnya massa pendemo ini berkumpul dekat di Jalam Jenderal Sudirman dekat Jalan Sawo Jajar, akhirnya diizinkan oleh Kapolresta Bogor Kota untuk bergerak ke arah Istana Bogor.

Namun itu terpantau hanya sampai depan RS Salak Kota Bogor.

Setelah orasi berlanjut, massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB.

Jalan Jenderal Sudirman yang sempat ditutup sementara sejak siang, juga dibuka kembali setelah para mahasiswa membubarkan diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.