Curhatan Yunita, Pencari Kerja di Kulon Progo: Kesulitan Penuhi Kualifikasi, Merantau ke Luar Daerah
Joko Widiyarso June 23, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menggelar Job Fair 2026 di Taman Budaya Kulon Progo selama dua hari, pada tanggal 23 dan 24 Juni 2026. 

Kegiatan ini pun menarik minat para pencari kerja, terutama dari lulusan baru atau fresh graduate.

Salah satunya adalah Yunita (19), gadis asal Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih. Ia baru saja lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

"Saya ke sini mau lihat-lihat dulu sekalian mencari pekerjaan," katanya ditemui di Taman Budaya Kulon Progo, Selasa (23/06/2026).

Yunita mengaku sudah berupaya mencari pekerjaan sejak lulus. Namun baru kali ini mendatangi Job Fair demi bisa mendapatkan pekerjaan sesuai keinginannya.

Ia pun merasa banyak kesulitan dalam mencari pekerjaan sesuai keinginan dan kebutuhan. Kalaupun ada, ia belum bisa memenuhi persyaratan dari segi minimal jenjang pendidikan.

"Kualifikasi pendidikannya minimal lulusan S1, sedangkan saya kan lulusan SMK," ujar Yunita.

Selain itu, sejumlah lowongan kerja juga mengharuskannya bekerja di luar Kulon Progo. Jika memang demikian, maka mau tidak mau ia harus merantau keluar daerah.

Terlepas dari kendala yang ada, Yunita meyakini ia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan keinginannya. Terutama sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

"Semoga pekerjaan yang didapat nanti lingkungannya cocok, kalau bisa dapat gaji minimal UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota)," jelasnya.

Adapula Setyaningsih, yang membantu adiknya mencari pekerjaan karena baru lulus SMK. Ia justru ingin adiknya itu bekerja di luar Kulon Progo, bahkan kalau bisa ke luar negeri.

Ia merasa dengan merantau keluar, adiknya bisa memiliki pengalaman kerja yang lebih baik. Peluang jenjang karirnya pun diyakini akan terbuka lebih lebar.

"Apalagi sekarang ini rasanya mencari pekerjaan lebih mudah karena informasi lowongan kerja lebih banyak didapat," ujar Setyaningsih yang kini sudah bekerja di Cikarang, Jawa Barat.

Menyerap tenaga kerja lokal

Pemkab Kulon Progo melakukan berbagai upaya demi menyerap tenaga kerja lokal, terutama dari lulusan baru alias fresh graduate. Sejumlah kebijakan pun disiapkan guna mengoptimalkan serapan tenaga kerja.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan optimalisasi salah satunya dilakukan lewat program bursa kerja atau Job Fair. Ia ingin pelaksanaannya lebih dipersering.

"Job Fair akan kami gelar sesering mungkin, setidaknya setiap 4 bulan sekali," kata Agung ditemui seusai membuka Job Fair 2026 di Taman Budaya Kulon Progo, Selasa (23/06/2026).

Artinya Job Fair akan digelar hingga 3 kali dalam setahun, dari yang biasanya hanya 1 kali setahun. Anggaran untuk program ini pun telah disiapkan.

Agung mengatakan pihaknya juga akan membangun pusat pelatihan tenaga kerja atau Media Training Center di Kapanewon Sentolo. Tempat ini akan menyiapkan lulusan baru dari Kulon Progo agar memiliki keterampilan dan siap kerja hingga ke luar negeri.

"Terutama ke negara-negara industri seperti Jerman dan Jepang dan negara pariwisata seperti Timur Tengah," ujarnya.

Job fair efektif

Menurut Agung, cara ini dinilai bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja asal Kulon Progo. Pasalnya setiap bursa kerja digelar, tenaga kerja asal Kulon Progo yang terserap kurang dari 50 persen, lantaran serapan didominasi oleh pencari kerja asal luar daerah.

Ia pun mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) agar lebih aktif melakukan publikasi terkait bursa kerja. Termasuk menjalin kerjasama dengan mitra usaha agar datang langsung ke sekolah untuk menjaring calon pekerja baru.

"Terutama ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) agar ada pengenalan di tengah tahun dan perekrutan di akhir tahun," jelas Agung.

Kepala Disnaker Kulon Progo, Bambang Sutrisno membenarkan bahwa mulai tahun ini, gelaran bursa kerja akan diperbanyak hingga 3 kali setahun. Keputusan ini diambil mengikuti arahan dari Bupati.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan gelaran Bursa Kerja Khusus (BKK) yang melibatkan mitra kerja langsung terjun ke sasaran pencari kerja. BKK digelar setidaknya 5 kali dalam setahun.

"Paling tidak dalam setahun ada sebanyak 8 bursa kerja yang diselenggarakan," kata Bambang. (alx)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.