Dony Sebut Rebana Jadi Peluang Besar, Sumedang Andalkan Budaya & Digitalisasi untuk Dongkrak Ekonomi
Siti Fatimah June 23, 2026 10:28 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Kabupaten Sumedang menyiapkan diri menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat dengan mengandalkan posisi strategis di kawasan Rebana, penguatan budaya lokal, serta transformasi digital yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Ekonomi Regional Jawa Barat bertema Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (23/6/2026).

Menurut Dony, posisi Sumedang sebagai bagian dari kawasan Rebana menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Didukung infrastruktur yang terus berkembang, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi metropolitan di Jawa Barat.

Selain faktor kewilayahan, Sumedang juga memiliki kekuatan dari sisi budaya.

Dony menegaskan pembangunan daerah harus tetap berpijak pada identitas dan nilai budaya Sunda yang telah diperkuat melalui regulasi pelestarian budaya daerah.

"Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam membangun daerah," ujarnya.

Di sektor pemerintahan, Sumedang terus mengembangkan pelayanan publik berbasis digital.

Dony menyebut daerahnya masih menjadi rujukan berbagai pemerintah daerah dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dengan ratusan kabupaten dan kota telah melakukan studi banding ke Sumedang.

Ia menjelaskan, berbagai aplikasi pelayanan publik dikembangkan secara mandiri oleh aparatur pemerintah daerah dengan memanfaatkan teknologi terbuka untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.

"Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, dan membangun kepercayaan masyarakat," katanya.

Dony juga menyoroti sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang kini telah melampaui angka 75 dan menempatkan Sumedang di peringkat ketiga kabupaten se-Jawa Barat.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan investasi juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi dampak fenomena El Niño pada 2026 yang dapat memengaruhi sektor pertanian.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sumedang telah melakukan berbagai langkah, mulai dari optimalisasi sumber air, perbaikan embung dan jaringan irigasi, hingga penyediaan pompa air di kawasan pertanian.

"Kita tidak ingin produksi pertanian menurun karena sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya.

Di sisi lain, perkembangan kawasan industri di Kecamatan Ujungjaya juga dinilai menjadi penggerak ekonomi baru.

Pemerintah daerah terus memperkuat kemudahan investasi melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), layanan perizinan digital, serta dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda).

Menurut Dony, meningkatnya minat investor dari dalam maupun luar negeri menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi daerah. Ia meyakini investasi yang terus tumbuh akan membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat usaha masyarakat.

"Dengan budaya yang kuat, digitalisasi yang maju, serta investasi yang terus tumbuh, kami optimistis Sumedang akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat," pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.