Kesaksian Warga di Sekitar Gunung Anak Krakatau yang Dikabarkan Erupsi
Noval Andriansyah June 23, 2026 11:38 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Sejumlah warga yang tinggal di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, wilayah berpenghuni paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau ( GAK ), buka suara terkait kabar miring mengenai erupsi gunung berapi tersebut.

Baca juga: Satpolairud Polres Lampung Selatan Larang Warga Mendekati Gunung Anak Krakatau

Di luar dugaan, warga mengaku sama sekali tidak mendengar adanya suara dentuman besar ataupun melihat tanda-tanda alam yang mengerikan dari arah Selat Sunda.

Aktivitas visual yang tertangkap dari pulau terdekat itu nyatanya hanya berupa kepulan asap tipis dari kawasan puncak gunung, yang dinilai masyarakat setempat masih dalam batas wajar.

"Enggak ada, belum ada (dentuman). Cuma ngasep aja. Kita juga sudah cek ke pemantau, kondisi masih normal," ujar Chandra, satu di antara warga setempat, Selasa (23/6/2026).

Berdasarkan pengamatan lokal warga, radius aktivitas vulkanik tersebut sejauh ini masih terisolasi di sekitar kawasan kawah puncak.

Kepulan asap tipis itu sama sekali belum memberikan dampak langsung apa pun terhadap wilayah permukiman penduduk di Pulau Sebesi.

Kesaksian serupa juga dilontarkan oleh Kepala Desa Tejang Pulau Sebesi, Syamsiar. Ia memastikan bahwa embusan asap dari perut Gunung Anak Krakatau itu tidak sampai mampir ke desanya, lantaran faktor arah angin yang justru membawa material tersebut bergerak ke arah barat menuju Pulau Jawa.

"Sejauh ini kondisi di Pulau Sebesi masih aman. Tidak ada abu vulkanik yang sampai ke permukiman warga, begitu juga tidak terdengar suara dentuman dari lokasi erupsi," papar Syamsiar menenangkan.

Bagi masyarakat Pulau Sebesi, fenomena batuk-batuk kecil berupa asap vulkanik dari Gunung Anak Krakatau memang sudah menjadi pemandangan biasa sehari-hari.

Hal itulah yang membuat warga tidak gampang tersulut kepanikan berlebihan dan memilih tetap bertahan di rumah masing-masing tanpa ada yang mengungsi.

Pihak pemerintah desa juga memastikan belum menerima adanya laporan keluhan kesehatan dari masyarakat, seperti batuk-batuk atau gangguan pernapasan akut akibat dampak abu vulkanik.

Kehidupan di pulau tersebut dipastikan tetap berdenyut normal, mulai dari aktivitas warga di sektor perkebunan hingga para nelayan yang melaut.

Dari sisi kondisi perairan, Chandra yang juga berprofesi sebagai pemilik kapal penyeberangan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi menyebutkan bahwa situasi laut dalam beberapa hari terakhir justru sedang bersahabat.

Ombak dan embusan angin relatif stabil, sehingga roda transportasi laut untuk mobilitas warga tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

"Laut lagi bagus, enggak ada gelombang besar. Angin juga tenang dua hari ini. Jadi aktivitas normal," tambahnya.

Meski situasi di lapangan dipastikan aman dan kondusif, pihak pemerintah desa tetap memasang penanda waspada.

Warga diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah isu liar yang beredar dan tetap menjadikan rujukan atau rilis resmi dari pihak berwenang sebagai panduan utama, mengingat status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level II atau Waspada.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.