TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menggelar kegiatan Multi Stakeholder Forum 2026 bertema “Connecting Urban Growth and Retail Experience” di Sky Ballroom Aston Priority Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2026).
Forum ini mempertemukan para pengelola pusat perbelanjaan dan pelaku usaha retail di Jakarta Selatan yang merupakan pelanggan PLN UID Jakarta Raya untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, seperti Pemerintah Kota Administratif Jakarta Selatan, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, mitra strategis PLN, serta pelanggan PLN dari sektor retail.
Dalam sambutannya, Manager PLN UP3 Lenteng Agung, Yuniar Budi Satrio menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan PLN sebagai modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kehadiran para pemangku kepentingan dalam forum ini merupakan bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan PLN menjadi modal utama dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Yuniar.
Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global, Indonesia tetap menunjukkan optimisme melalui dorongan investasi, transformasi digital, hilirisasi industri, serta percepatan transisi energi.
Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional memiliki peran strategis, termasuk melalui sektor perdagangan dan pusat perbelanjaan yang menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Yuniar menjelaskan bahwa pusat perbelanjaan saat ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi.
Mall dan pusat komersial kini menjadi pusat aktivitas ekonomi, gaya hidup, hiburan, hingga ruang interaksi masyarakat.
"Pusat perbelanjaan dan kawasan komersial telah berkembang menjadi ruang publik yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan terjadi interaksi sosial, pertukaran ide dan bahkan adanya kegiatan budaya," sebut Yuniar.
Karena itu, lanjut Yuniar, kebutuhan akan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan menjadi semakin penting.
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia tenaga listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan. Kami terus meningkatkan keandalan jaringan, mempercepat digitalisasi layanan melalui PLN Mobile, serta menghadirkan berbagai solusi kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan sektor komersial,” katanya.
Pembangunan SPKLU di pusat perbelanjaan
Yuniar juga menyoroti perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
PLN, kata dia, terus memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan melihat pusat perbelanjaan sebagai lokasi yang strategis untuk pengembangannya.
“Kehadiran SPKLU di pusat perbelanjaan tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi pengelola mall melalui peningkatan kenyamanan pelanggan dan penguatan citra kawasan yang modern serta ramah lingkungan,” ujarnya.
PLN pun mengajak para pengelola pusat perbelanjaan untuk menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan menyediakan fasilitas SPKLU di area usaha mereka.
"PLN siap mendampingi mulai dari tahap perencanaan, penyediaan pasokan listrik, pembangunan infrastruktur, hingga operasional," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Iwan K. Santoso, yang mewakili Wali Kota Jakarta Selatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jakarta Selatan memiliki posisi strategis dalam struktur ekonomi DKI Jakarta dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di ibu kota.
Menurut Iwan, kawasan bisnis seperti Sudirman, Gatot Subroto, TB Simatupang, Blok M, dan Kemang telah berkembang menjadi pusat aktivitas bisnis, perdagangan, jasa, serta gaya hidup masyarakat perkotaan.
“Jakarta Selatan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta dan diarahkan menjadi pusat retail, inovasi bisnis, serta ekonomi kreatif dengan target kontribusi ekonomi sebesar 20 persen pada tahun 2045,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data realisasi investasi triwulan I tahun 2026, DKI Jakarta mencatat realisasi investasi tertinggi secara nasional sebesar Rp78,7 triliun.
"Dari jumlah tersebut, Jakarta Selatan menyumbang Rp28,5 triliun atau sekitar 36 persen," ucapnya.
Iwan pun menyambut baik inisiatif PLN dalam mendorong pengembangan SPKLU di pusat perbelanjaan.
Ia menyebutkan, bahwa Jakarta Selatan yang memiliki jumlah pusat perbelanjaan terbanyak di Jakarta memiliki potensi besar untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik.
“Program SPKLU di pusat perbelanjaan merupakan inovasi yang sangat baik dan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” ujarnya.
Iwan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berkomitmen mendukung dunia usaha melalui peningkatan kualitas layanan publik, percepatan perizinan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan koordinasi antar instansi.
"Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi masyarakat, serta membangun kolaborasi yang saling menguntungkan guna mendukung transformasi energi, pertumbuhan investasi, dan pengembangan kawasan perkotaan yang berkelanjutan di Jakarta Selatan," pungkasnya.